Kompak, Sinergi MDMC dan NU Peduli Berikan Trauma Healing pada Ratusan Anak Korban Tanah Longsor Ngetos

 Kompak, Sinergi MDMC dan NU Peduli Berikan Trauma Healing pada Ratusan Anak Korban Tanah Longsor Ngetos

Ngetos | nunganjuk.or.id – Bencana yang terjadi di suatu daerah selalu menyebabkan jiwa anak-anak dari yang semula periang berubah menjadi murung bahkan penakut. Tidak terkecuali bagi anak-anak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk yang beberapa waktu lalu dilanda musibah tanah longsor.

Trauma mendalam yang dialami anak-anak tersebut dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi mentalnya jika terus dibiarkan. Perlu penanganan tepat agar trauma itu hilang sehingga tidak menghambat tumbuh kembang anak.

Merespons hal itu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ngetos, NU Peduli PCNU Kabupaten Nganjuk bersinergi dengan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nganjuk dan lainnya mengelar kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak korban bencana banjir di Pos Pengungsian SDN Ngetos 3, Selasa – Kamis (2-4/3).

Menurut Wakil Ketua MWCNU Ngetos, Muhammad Adhim, anak-anak di posko pengungsian dihibur dan diasuh oleh tim NU Peduli. Di sana mereka, dibimbing mengaji, bermain, bernyanyi, dan mengajak anak-anak untuk menari. Semua itu, kata Gus Adhim, dilakukan agar anak-anak dapat melupakan musibah yang sempat terjadi.

“Intinya kegiatan ini yakni dukungan secara psikis untuk meminimalisir dampak traumatis yang dihadapi pasca bencana,” ungkap Gus Adhim.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, IPNU – IPPNU, imbuhnya, turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Selain trauma healing, tim MWCNU Ngetos juga memotivasi para pengungsi agar optimis menjalani hidup melalui pengajian setiap malam hari.

“Kami berharap dengan kedatangan tim NU Peduli semoga menambah semangat para pengungsi agar tetap optimis menjalani kehidupan yang lebih baik kedepan,” harapnya.

Saat ini, para pengungsi telah pindah ke hunian sementara (huntara). Hal ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi tanah longsor oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kontributor: Muttaqin
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post