Khofifah Ungkap Tanda-tanda Sebelum Longsor Nganjuk: Ada Retakan Tanah, Sudah Ada Warning…

 Khofifah Ungkap Tanda-tanda Sebelum Longsor Nganjuk: Ada Retakan Tanah, Sudah Ada Warning…

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa sudah ada tanda-tanda peringatan sebelum terjadi bencana longsor di RT 001 RW 006, Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Khofifah mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan Bupati dan Dandim 0810/Nganjuk, sebenarnya ancaman longsor telah teridentifikasi jauh-jauh hari. Info itu juga telah disampaikan ke warga setempat.

“Jadi, semua sebetulnya sudah teridentifikasi. Nah, saya dapat informasi dari Pak Bupati dan Pak Dandim, bahwa sebetulnya juga sudah disampaikan masyarakat di sini sudah ada retakan tanah yang di atas,” tutur Khofifah, kepada wartawan di lokasi, Senin (15/2/2021).

“Jadi, memang sudah ada warning. Tapi, ya tidak diduga hujannya (kemarin) cukup tinggi intensitasnya, dan akhirnya terjadilah longsor,” lanjut dia.

Lokasi longsor di Dusun Selopuro, lanjut Khofifah, berada di lempengan sehingga sangat rentan terjadi longsor. Untuk itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi perlu dicarikan solusi oleh pihak-pihak terkait.

“Oleh karena ini, kata Pak Bupati adalah lahan Perhutani, maka bisa dikomunikasikan dengan pihak Perhutani untuk kemungkinan dicarikan tempat yang lebih aman bagi mereka (warga terdampak),” sebut Khofifah.

Dalam kesempatan ini ia juga menyampaikan duka yang mendalam atas bencana tersebut.   Ia mendoakan para korban meninggal dan untuk korban luka-luka ia berharap lekas diberikan kesembuhan.

Sebelumnya, Khofifah mengunjungi lokasi longsor di Nganjuk.  Orang nomor satu di Jawa Timur itu juga memberikan santunan secara simbolis kepada sebagian korban longsor di Posko Kecamatan. Sementara untuk korban meninggal dunia, Khofifah memastikan keluarga yang bersangkutan akan mendapat santunan kematian dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur.

Longsor di Nganjuk menyebabkan 21 warga hilang. Setelah dilakukan pencarian oleh petugas gabungan, kini 12 korban telah ditemukan. Dari 12 korban itu, sepuluh di antaranya meninggal dunia sedangkan dua lainnya luka-luka. Kini petugas gabungan mulai dari BPBD, Basarnas, Tagana, TNI-Polri, relawan NU Peduli PCNU Nganjuk, dan masyarakat setempat masih berupaya mencari 9 korban lainnya yang diduga masih tertimbun longsor.

Pewarta: Usman Hadi

Digiqole ad Digiqole ad

admin

Related post