Ketika Menanti Lailatul Qodar, yang Datang Di Siang Hari

Penulis : HM. Basori M.Si

Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan merupakan malam yang sangat dinanti oleh setiap orang islam, karena di tanggal yang ganjil pada sepuluh hari itu, Allah memberikan satu malam yang lebih dikenal Malam Lailatul Qodar.

Dalam hadits nabi disebutkan, “pada malam lailatul qodar pintu pintu langit terbuka, tidak seorangpun yang mengerjakan di malam itu, melainkan Allah menjadikan tiap takbir tanaman pohon di surga bagi hamba.” Dari hadits tersebut sangat jelas sesuatu yang akan di dapat oleh seseorang apabila melakukan ibadah di malam lailatul qodar.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa pada malam lailatul qodar turunlah empat panji. 1. Liwaul Hamdi / panji pujian, 2. Liwaul Rahmat / Panji Rahmat 3. Liwaul Maghfiroh / Panji Ampunan dan 4. Liwaul Karomah / Panji Kemuliaan. Dan setiap panji diikuti oleh malaikat 70 ribu dan tertulis kalimah ”Laa Ilaa Ha-illah Muhammadurrosulullah”. Panji pujian tegak lurus di antara langit dan bumi, Panji ampunan berada dipusara nabi Muhammad SAW.

Panji Rahmat berada di Ka’bah dan panji karomah berada di atas batu besar baitul Maqdis. Barangsiapa yang membaca tiga kalimat Tauhid tersebut di malam Lailatul Qodar, maka bacaan pertama menjadi ampunan baginya, kedua menjadi penyelamat dari neraka dan bacaan ketiga memasukkannya ke dalam surga.

Kedua hadits tersebut merupakan janji Allah yang seratus persen akan diberikan oleh Allah apabila hambaNya, yang melakukan hal tersebut tepat pada malam lailatul qodar. Hal tersebut secara otomatis akan didapat oleh orang yang giat beribadah, memiliki kesadaran bahwa bulan ramadhan merupakan bulan yang agung.

Dari sisi lain, dalam kehidupan kita sehari hari, pada saat sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan banyak orang yang justru mencari dan menanti lailatul qodar pada siang hari. Karena sepuluh hari terakhir, saatnya lailatul qodar instan ( yang datangnya siang hari), datang untuk menghadapi hari raya yang merupakan puncak dari dilaksanakannya puasa ramadhan.

Lailatul qodar instan bin kongkrit, merupakan pengharapan dan kewajiban yang mesti harus dilakukan (walaupun diam diam) oleh bawahan kepada atasan, dinas kepada pimpinannya, panitia lelang dengan pemborong, bahkan unit unit kerja kepada siapapun yang bersinggungan kepadanya. Justru juga tidak sedikit masyarakat kecil juga menanti Lailatul Qodar dari mereka mereka yang memiliki rezeki lebih.

Hal ini merupakan sebuah realita yang terjadi, ternyata lailatul qodar bagi sebagian orang memang datangnya tidak malam hari, apa lagi harus menanti besok hari akhir (Hari Pembalasan).

Maka bagi kita sebagai seorang yang beriman, harus waspada dan ingat bahwa lailatul qodar yang hakiki sebagaimana janji Allah merupakan sesuatu yang secara sungguh sungguh harus kita raih dengan cara meningkatkan ibadah.

Lailatul qodar instan yang secara langsung maupun tidak langsung melekat kepada stakholder yang bersangkutan, bukan ajang kesempatan untuk mengeksploitasi orang satu dengan orang lainnya dengan dalih penghargaan dengan atasan, atau pemberian tali asih, balas budi dari apa yang telah kita lakukan.

Semoga momen lailatul qodar menjadi tonggak awal kita untuk lebih tekun beribadah dan instrospeksi terhadap datangnya lailatul qodar instan yang mungkin akan datang / harus mendatangi. Karena pada malam lailatul qodar menurut sebagian ulama menyatakan ” Allah SWT menakdirkan segala urusan, hukum, rizki, dan ajal mahlukNya untuk waktu satu tahun”.

Kemudian Dia menyerahkan keputusan dan taqdir Nya kepada malaikat malaikat sesuai dengan tugasnya masing masing ; kepada jibril diserahkan urusan rahmat dan azab, kepada Isrofil diserahkan catatan hujan, angin dan keadaan cuaca, kepada Izaroil diserahkan catatan nyawa dan ajal makluk maklukNya. Mununjuk firman Allah dalam surat ad Dukhan ; 4 yang artinya ” Pada Malam itu di atur urusan yang mempunyai hikmah”

Kemuliaan Lalilatul Qodar harus kita pahami sebagai sebuah anugerah dari Allah, sehingga kita sebagai manusia yang lemah, mampu mendapatkan pahala yang besar dengan ketemunya kita pada malam lailatul qodar.

Khilafnya manusia dalam hidup dan malas manusia dalam ibadah sebagai salah satu motivasi untuk menjumpai lilatul qodar. Malam malam ganjil di sepuluh hari teraakhir menjadi salah satu waktu yang telah ditentukan oleh Allah sebagai tanda lalilatul qodar datang, disamping tanda tanda yang lain.

Nabi Muhammad SAW bersabda ” pada malam lailatul qodar pintu pintu langit dibuka. Tidak ada seorangpun yang mengerjakan sholat malam itu melainkan Allah menjadikan tiap takbir pohon di surga bagi hamba, yang apabila seseorang berjalan di bawah bayangannya selama seratus tahun, maka ia tidak akan menjangkaunya, untuk tiap rokaat dijadikan rumah dalam surga yang terbuat dari mutiara, yakut dan zabajud dan luk kuk, untuk tiap ayat dijadikanlah mahkota didalam surga, untuk tiap kali duduk dijadikan dengan derajat surga, dan untuk tiap salam dijadikan baginya pakaian dari surga (Zubda’ul Faizin).

NU ONLINE NGANJUK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *