Kesenian Ishari Warnai Pra Musda Idarah Syu’biyyah Jatman Nganjuk

Kertosono | nunganjuk.or.id – Kesenian tradisional Ishari mewarnai acara Lailatus Sholawat Pra Musyawarah Daerah (MUSDA) Idarah Syu’biyyah Kabupaten Nganjuk Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) di Pondok Pesantren Tegal Arum, Kertosono pada Jumat (6/11/2020).

Sebanyak puluhan Pemain Terbangan ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Indonesia), melantunkan rangkaian Shalawat Nabi SAW, yang juga menjadi penguat Doa Tolak Bala’ Virus Corona.

Panitia acara M. Amienullah, mengatakan Ishari merupakan kesenian tradisional yang harus dirawat agar lestari. Bahkan, gerakan tarian radadnya dengan anggukan kepala dan gerakan badannya telah baku yang mengilustrasikan penulisan lafadh Allah Jalalah maupun gerakan tarian tangan yang mengilustrasikan penulisan lafadz Muhammad.

“Karena Shalawat hadrah Ishari adalah bagian dari amaliyah Thariqah Mahaabbaturrasul yang hanya bisa dirasakan keindahan dan kenikmatannya ketika sudah ikut terjun dalam pembacaan shalawat dan mengikuti gerakan tarian radadnya,” ucapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren AL-Musthofa, Kyai Muslih, menyampaikan seni Hadrah Ishari adalah kesenian islami kekayaan Indonesia yang telah menjadi bagian sejarah masyarakat santri menghadapi penjajahan dan juga komunisme. Seni Hadrah Ishari juga merupakan warisan budaya Islam nusantara yang harus dilestarikan dan didukung perkembangannya. 

“Apalagi untuk menghadapi gerakan radikal agama yang marak di tengah masyarakat muslim Indonesia saat ini, maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan kebudayaan Islami seperti seni hadrah Ishari ini untuk menampilkan simbol-simbol tradisi Islam moderat dan Islam ramah yang hal itu merupakan wajah Islam Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *