Final Campeonato Mineiro 2026 berakhir dalam kekacauan besar-besaran. Pertandingan penentu antara Cruzeiro dan Atletico Mineiro, yang semestinya menjadi puncak perayaan sepak bola Brasil, berubah menjadi sebuah pertunjukan kekerasan di lapangan hijau. Akibatnya, wasit terpaksa mengeluarkan 23 kartu merah, mencatat rekor baru dalam sejarah sepak bola Brasil. Kemenangan Cruzeiro dengan skor 1-0 berubah menjadi insiden yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola.
Final Dramatis Campeonato Mineiro
Kerusuhan dimulai di menit akhir pertandingan, saat goalkeeper Atletico Mineiro, Everson, melakukan tindakan agresif terhadap pemain Cruzeiro, Christian. Kejadian ini memicu reaksi keras dari pemain lainnya dan situasi semakin memanas ketika pemain dari kedua tim mulai terlibat dalam dorong-dorongan.
Petugas keamanan dan polisi militer pun turun tangan untuk meredakan situasi yang semakin memburuk. Wasit pertandingan, Matheus Delgado Candancan, yang awalnya tidak mengeluarkan kartu merah saat insiden terjadi, akhirnya memutuskan untuk memberikan hukuman keras kepada pemain yang terlibat dalam kerusuhan ini.
Rekor Kartu Merah
Menurut laporan dari Globo, wasit Delgado akhirnya memberikan kartu merah kepada 23 pemain dari kedua tim yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. Dari jumlah tersebut, 12 kartu diberikan kepada pemain Cruzeiro, termasuk Kaio Jorge yang mencetak gol tunggal kemenangan, dan 11 kartu lainnya diberikan kepada pemain Atletico Mineiro.
Rekor kartu merah dalam satu pertandingan ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh pertandingan Atletico Claypole melawan Victoriano Arenas di Argentina pada 2011. Ketika itu, sebanyak 36 pemain menerima kartu merah karena terlibat dalam perkelahian massal.
Cruzeiro dan Atletico Mineiro Terpuruk di Serie A Brasil
Sementara itu, keduanya sedang mengalami awal musim yang kurang baik di Serie A Brasil 2026. Meski Cruzeiro berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan ini, namun mereka belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di Serie A Brasil. Demikian juga dengan Atletico Mineiro, mereka juga harus menerima kenyataan terpuruk di papan bawah klasemen sementara.
Insiden ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi sepak bola Brasil. Diharapkan, insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan dan sepak bola Brasil dapat kembali ke jalan yang benar, yakni menyajikan pertandingan yang berkualitas dan sportif.
➡️ Baca Juga: Menopause dan Nyeri Sendi: Lima Penyebab Utamanya yang Perlu Anda Ketahui
➡️ Baca Juga: Holy City Rollers Rilis “Love It or Hate It” sebagai Pembuka Jalan Menuju Album Kedua mereka
