Karhutla Mengancam RS Sambang Lihum, Polda Kalsel Ambil Langkah Cepat dan Efektif

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan menjadi sorotan utama, terutama ketika api mendekati Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Pada Rabu malam, situasi ini memicu respons cepat dari pihak kepolisian untuk melokalisasi dan mengendalikan api yang mengancam keselamatan pasien dan staf di rumah sakit tersebut. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, diharapkan dapat mencegah dampak lebih lanjut dari kebakaran yang berpotensi membahayakan kesehatan publik.

Tindakan Cepat Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, memberikan pernyataan mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi karhutla di sekitar RS Sambang Lihum. “Kami telah mengurung area kebakaran untuk memastikan bahwa api tidak menyebar lebih jauh dan mendekati rumah sakit,” ujarnya. Tindakan ini diambil sebagai prioritas utama demi keselamatan pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Metode Pemadaman yang Inovatif

Polda Kalsel menerapkan metode modern dalam upaya pemadaman karhutla, dengan memanfaatkan cairan surfaktan khusus yang dikenal sebagai “Pyrox Presisi”. Cairan ini dirancang untuk mengatasi kebakaran lahan gambut, yang dikenal sulit dipadamkan. Proses aplikasi cairan dilakukan dengan teknik suntik gambut yang memungkinkan pembasahan tanah hingga kedalaman dua meter, memberikan jaminan yang lebih baik dalam mengendalikan api.

Untuk mempersiapkan pemadaman, cairan surfaktan dicampurkan ke dalam sumber air yang terdapat di kolam portabel bioflok yang telah disiapkan. “Ada lima kolam bioflok yang berfungsi sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman,” tambah Kapolda. Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan dan pengorganisasian yang baik dalam menghadapi situasi darurat.

Pemantauan dan Pemetaan Titik Api

Dalam upaya pemetaan titik api, Polda Kalsel menggunakan teknologi drone thermal yang mampu mendeteksi suhu bara api di dalam tanah. Dengan pemantauan yang dilakukan oleh drone, pihak berwenang dapat mengetahui dengan tepat lokasi kebakaran dan luas area yang terdampak.

Berdasarkan hasil pantauan, luas area yang terbakar di lokasi mencapai sekitar sembilan hektare. Informasi ini sangat penting untuk menilai skala kebakaran dan menentukan langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil oleh tim pemadam kebakaran.

Dampak Kebakaran Terhadap Pasien

Kebakaran yang terjadi memiliki dampak signifikan terhadap pasien yang berada di RS Sambang Lihum. Mengingat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran, pihak rumah sakit mengambil keputusan untuk mengevakuasi 167 pasien ke tempat yang lebih aman. Langkah ini diambil karena kualitas udara di ruang perawatan menjadi tidak sehat, mengancam kesehatan pasien yang sedang dalam proses pemulihan.

Strategi Mitigasi Karhutla yang Diterapkan

Polda Kalsel dan instansi terkait lainnya tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga menerapkan strategi mitigasi jangka panjang untuk mencegah terulangnya karhutla di masa mendatang. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

Peran Masyarakat dalam Mengatasi Karhutla

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan karhutla. Kesadaran akan risiko kebakaran hutan dan lahan harus ditanamkan agar setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat adalah:

Pentingnya Kesadaran Lingkungan

Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya masalah lokal, tetapi juga memberikan dampak yang luas terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kesadaran lingkungan harus ditingkatkan tidak hanya di tingkat individu tetapi juga di tingkat komunitas. Dengan memahami pentingnya menjaga hutan dan lahan, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam pencegahan karhutla.

Upaya Pengawasan yang Berkelanjutan

Pengawasan yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil dalam penanggulangan karhutla efektif dan memberikan hasil yang diharapkan. Polda Kalsel beserta instansi terkait akan terus memantau area rawan kebakaran dan melakukan evaluasi terhadap strategi yang diterapkan.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk menciptakan sistem yang tangguh dalam menghadapi karhutla. Dengan bersinergi, semua pihak dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan karhutla, penting bagi setiap individu untuk menyadari tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Melalui tindakan kolektif dan kesadaran yang tinggi, kita dapat bersama-sama mencegah kejadian serupa di masa depan dan melindungi hutan serta lahan yang merupakan aset berharga bagi kehidupan kita.

➡️ Baca Juga: AC Portable 1/2 PK Terbaik yang Sedang Tren, Temukan 5 Pilihan Layak Beli

➡️ Baca Juga: Kemendagri Dorong Transparansi Penggunaan Dana Otsus untuk Papua dan Aceh dari Pembelajaran Jogja

Exit mobile version