Kang Ulum Berikan Motivasi Pendidikan Berorganisasi di Rapimcab dan Rakorcab

Gondang, 27 Januari 2020

Jalinan hubungan dan Kerjasama dengan pihak lain dalam hal pendidikan dan pengembangan kader, merupakan amanat yang termaktub dalam POA IPNU IPPNU. Momentum Rapimcab dan Rakorcab PC IPNU IPPNU dan DKC CPB KPP Nganjuk kali ini, menghadirkan H. Ulum Basthomi untuk memberi nutrisi pemikiran tentang pendidikan berorganisasi kepada pemuda Nahdlatul Ulama’ yang hadir.

Kang ulum, sapaan akrabnya, menyampaikan materinya pada Sabtu (25/01) malam, pukul 20.00 WIB. Dirinya berikan motivasi untuk belajar berorganisasi dengan tidak antipati terhadap politik, bahkan berusaha memahami dan terlibat baik aktif maupun pasif, agar pengkaderan di IPNU IPPNU dapat melahirkan pemimpin masa depan.

“Jangan anti politik, tapi kita harus paham.”, kata kang Ulum.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk ini juga menyinggung produk hukum terbaru yaitu Undang-Undang Pesantren dan Madrasah Diniyah, dirinya memulai cerita dari masa lalunya yang pernah menjadi guru ngaji yang tidak pernah mendapat perhatian dari pemangku kebijakan, bahkan eksistensi guru ngaji terutama dari kalangan NU mendapat tekanan dari penguasa.

Kang Ulum juga mengajak untuk refleksi pada sejarah perjuangan KH Hasyim Asy’ari dan keterlibatan Gus Dur, Mbah Wahab, dan tokoh-tokoh NU pada pemerintahan. Kesadaran itu menjadi tonggak motivasi Kang Ulum untuk terlibat langsung dalam urusan regulasi kebijakan, terutama pada tingkat Kabupaten dengan menjadi DPRD dari FPKB.

“Semua ilmu bisa didapat dari belajar berorganisasi, sebagai wadah menempa aqidah dan benteng perkembangan zaman, yang tidak cukup kita tolak dampak negatifnya dengan berdiam diri. Contoh, adanya Undang-undang Pesantren menjadikan pondok-pondok kita akan mendapat perhatian lebih.”, tuturnya.

Antusiasme peserta yang hadir di gedung Yayasan AN-Nahdlah Kecamatan Gondang, tampak dari hidupnya forum, dengan munculnya banyak pertanyaan dari para peserta. Salah satunya dari Fajar ketua PAC IPNU Baron, dirinya mengkritisi pemberdayaan kemandirian ekonomi umat.

“Kemandirian NU kita mulai dengan terlibat pada program koin NU. Untuk IPNU IPPNU saya sarankan untuk melakukan audiensi dengan dinas-dinas, selain ilmu kita bisa terlibat dalam program yang pemerintah miliki, untuk pemberdayaan masyarakat Nganjuk.”, jawab Kang Ulum.

Hingga waktu yang membatasi, Kang Ulum menutup materinya dengan mengajak seluruh peserta hadir untuk berdo’a bersama, berwasilah terhadap pendiri NU dan para ulama’ salaf, serta bermunajat kepada Allah untuk keberkahan NU dan masyarakat Nganjuk.(tuh)

Redaktur/ Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *