Kader Penggerak NU Tempuran Iringi New Normal dengan Berdoa

Ngluyu | nunganjuk.or.id – Pemerintah telah memberi lampu hijau untuk memberlakukan New Normal pada beberapa daerah yang dianggap sudah baik dalam penanganan pandemi COVID-19. Beberapa protokol tengah disiapkan dari mulai di lingkungan kerja, pendidikan, pusat ekonomi dan lainnya.

Sambut pemberlakuan New Normal tersebut, puluhan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Desa Tempuran, Ngluyu menggelar silaturrahim dan doa bersama pada Ahad (14/6/2020) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kepala Desa Tempuran Panut Priyono, Pengurus Ranting NU Tempuran Juhadi,  diikuti oleh puluhan Kader Penggerak NU se-Desa Tempuran.

Kepada Redaksi, Koordinator acara Moh. Juzianto, menjelaskan jika kegiatan tersebut digelar rutin selama satu bulan sekali. Ia mengaku, sempat break dikarenakan pandemi corona.

“Kegiatan seperti ini sudah di laksanakan rutin setiap selapanan. Namun, karena pandemi corona kegiatan ini dihentikan sementara dan hari ini dibuka kembali,”  kata bapak dua anak ini saat ditemui di lokasi, Masjid At-Tampani Desa Tempuran.

Acara diawali dengan memekikkan Yel-Yel Kader Penggerak NU, kemudian diikuti dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon dan Sholawat Badar oleh hadirin dengan penuh khidmat.

Dalam sambutannya, Juzianto mengajak kepada seluruh kader yang hadir untuk tidak pesimis menghadapi ujian pandemi ini.

“Acara ini sangat di rindukan semua kader, terhitung sudah tiga bulan tidak ada pertemuan. Kami berharap tetap jadi penggerak dan penerus perjuangan NU dan semua harus yakin badai pasti berlalu serta ada hikmah di balik corona ini,” imbuhnya meyakinkan.

Terpisah, Kepala Desa Tempuran Panut Priyono juga mengimbau kepada masyarakat Desa Tempuran untuk tidak euphoria dan melupakan protokol kesehatan dalam berkegiatan.

“Silahkan untuk berkumpul dan berkegiatan tapi saya mohon untuk tidak melupakan protokol kesehatan yang berlaku,” tandasnya. (fid)

Redaktur/Editor : Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *