Jika Datang Suatu Wabah (Penyakit)

Oleh : Ali Anwar Mhd

Hidup ini selalu ada dinamika. Selalu ada perubahan situasi dan kondisi. Baik perubahan itu terjadi secara cepat mapun lambat. Perubahan terkadang melahirkan kegembiraan, terkadang melahirkan kegelisahan. Keadaan demikian adalah keadaan alamiah (sunatullah) yang akan terus terjadi sepanjang hayat.

Hari ini, dunia lagi digoncang dengan wabah penyakit yang bernama virus corona (Covid 19).Wabah yang lahir dan bersumber dari negeri Cina, yang sekarang sudah merebak keberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Datangnya penyakit tersebut melahirkan dinamika situasi psikis. Dinamika yang melahirkan suasana ribut luar biasa, mengguncang semua lini kehidupan. Berbagai lini kehidupan terganggu. Belajar mengajar diliburkan. Tempat-tempat keramaian ditutup. Kegiatan yang mendatangkan masa/orang banyak dihindari. Semua hal tersebut untuk mencegah secara prefentiv.

Penyakit atau wabah jika ditinjau dari sejarah masa lalu selalu ada, dan terjadi dari masa ke masa. Di masa Nabi Adam juga sudah ada. Dimasa Nabi Muhammad juga ada, yang disebut dengan penyakit kusta. Di masa Sahabat Nabi juga ada. Maka sesungguhnya wabah yang ada adalah wabah yang mempengaruhi situasi yang terus berulang dari masa ke masa.Lantas apa yang harus kita lakukan jika datang suatu wabah yang mengguncang suatu keadaan?

Langkah yang harus ditempuh adalah:
Pertama, mengingat Allah dengan cara ber-Istirja’, yaitu mengunkapkan kalimat Innalilahi wa innailaihi roji’un.

“Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali”

Semua keadaan yang ada kita kembalikan dan kita pasrahkan kepada Allah SWT. Dengan demikian kondisi psikis kita akan ringan dan keadaan yang ada tidak menambah beban hidup kita yang sesungguhnya sudah berat.

Kedua, harus bersikap ikhlas dan jangan mengeluh. Dengan keadaan yang ada harus diterima dengan lapang dada.Harus kita sadari bahwa hal tersebut bukan dari siapa-siapa, tapi adalah taqdir dari Allah SWT. Dan tidak perlu mengeluh, tapi harus menikmati dan mensyukuri terhadap suasana yang ada.Semua harus dikembalikan kepada Allah SWT. Kita harus yakin dan berhusnudzon (berbaik sangka) bahwa datangnya wabah atau penyakit bukan tanpa maksud dari Allah SWT. Bisa saja datangnya wabah atau musibah merupakan pertanda datangnya kebaikan dari Allah SWT. Seperti mendapat pengampunan dosa dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Imam Bukhori meriwayatkan yang artimya “Tidak ada yang menimpa orang Muslim atas kepenatan, sakit yang menahun, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan atau hanya tertusuk duri, kecuali dengan itu Allah hapus dosa-dosanya.

Ketiga, Mengkoreksi diri. Dengan datang wabah yang ada kita semua harus intropeksi diri. Harus bermuhasabah diri. Jangan menyalahkan orang lain. Tapi saling menyalahkan diri kita sendiri, sembari sambil berguman apa yang salah dengan saya dan keluarga saya atau masyarakat saya. Jika semua orang yang ada melakukan hal demikian, maka disinilah manusia akan menemukan titik lemah pada diri manusia, dan akan menemukan atau menyadari akan kekuasaan Allah SWT.

Keempat, Memohon pertolongan dan berserah diri kepada Allah SWT
Jika kita sudah menemukan titik lemah kita dan menemukan kekuasaan Allah SWT, maka dalam keadaan apapun, baik keadaan kuat maupun dalam keadaan lemah maka harus meminta pertolongan kepada Allah SWT. sambil berserah diri atau tawakkal kepada Allah dengan didampingi ikhtiar maksimal dengan suatu keadaan atau dalam menjalani hidup selanjutnya.

Dalam surat An-Nahl ayat 53) “Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan”.

Kelima, secara teknis cukup diam tenang ditempat dengan sabar. Sebagaimana pesan Nabi melalui hadits yang diriwayatkan Bukhori: Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah ditempat kamu berada, maka jangan kamu tinggalkan tempat itu”.
Hadits lain menyebutkan, “ Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati Sahid.

Jangan mendatangi suatu tempat yang sedang dilanda wabah (penyakit), tapi jangan pergi dari tempat dimana kamu tinggal jika ditimpa wabah. Diam dengan sabar adalah cara yang baik. Diam dengan cara sambil memperbanyak mohon ampun dan berdoa aatas keselmatan jiwa diri, keluarga, dan masyarakatnya.

Dengan menjalankan lima hal tersebut, insyaallah hadirnya wabah virus corona (covid 19) akan segera kita ketahui hikmah apa yang akan diberikan kepada kita. Kita berdoa semoga wabah tersebut segera hilang dan berakhir. Sehingga kehidupan yang sementara mengalami kegonjangan segera pulih kembali.

Hadirmya wabah corana kita semua tidak perlu takut berlebihan, tapi harus tetap harus waspada sebagai bentuk antisipasi preventif.

Terlepas wabah tersebut adalah hadir secara alamiah atau karena perang biotik antar kepentingan negara-negara besar. Semoga kita semua, diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, terutama warga Indonesia semuanya diselamatkan oleh Allah SWT. Selalu dalam lindungan dan petunjuk-Nya. Tetap iman, tetap Islam sampai kelak hari akhir, dan selanjutnya kita semua bisa menghuni surga Allah SWT. Aamiin 3x YRA.

Materi khutbah Jum’at, 27 Maret 2020

Ali Anwar, Ketua PC ISNU Nganjuk, Dekan FUSA IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *