Jakarta Jalin Kerja Sama Perfilman dengan Busan untuk Perluas Pasar Asia

Jakarta – Dalam upaya untuk memperkuat industri perfilman dan memperluas jaringan ekonomi kreatif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Busan, Korea Selatan. Pertemuan ini terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Busan, di mana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu dengan Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku industri kreatif di Jakarta untuk memperluas jejaring mereka di Asia.

Peluang Kolaborasi dalam Sektor Kreatif

Dalam pertemuan tersebut, Rano dan Kim membahas berbagai kemungkinan kolaborasi yang mencakup sektor perfilman, pengembangan gim, budaya, pendidikan, dan pertukaran talenta kreatif. Kerja sama ini tidak hanya diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta di industri film, tetapi juga memfasilitasi pertukaran ide dan inovasi antar kedua kota.

Kim Kyung-duk menyampaikan sambutan hangat kepada Rano dan delegasi Jakarta. Dia mengapresiasi kontribusi Rano dalam dunia perfilman serta rencana Jakarta untuk mengembangkan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi kota. Menurut Kim, Jakarta memiliki potensi besar dalam memajukan industri perfilman di kawasan ini.

Perkembangan Busan dalam Industri Film

Busan telah dikenal luas sebagai salah satu pusat perfilman di Asia berkat penyelenggaraan Busan International Film Festival (BIFF) yang dimulai sejak tahun 1996. Festival tersebut telah berkontribusi signifikan terhadap citra Busan sebagai kota kreatif dengan identitas kuat di bidang perfilman.

Pada tahun 2014, UNESCO memberikan predikat sebagai UNESCO Creative City of Film kepada Busan, menjadikannya kota pertama di Asia yang menerima penghargaan ini. Pengakuan ini semakin memperkuat upaya Busan dalam mengembangkan industri film dan budaya, yang menjadi bagian integral dari identitas kotanya.

Dukungan Pemerintah Kota Busan

Kemitraan ini didukung oleh anggaran tahunan yang signifikan dari Pemerintah Kota Busan, yang menyediakan sekitar setengah dari total biaya penyelenggaraan festival film internasional tersebut. Dukungan ini merupakan bagian dari strategi Busan untuk mempertahankan posisinya dalam industri perfilman di Asia sekaligus memperluas pengaruhnya secara internasional.

Menanggapi inisiatif Busan, Rano Karno menyatakan bahwa Jakarta juga berkomitmen untuk membangun ekosistem perfilman yang kompetitif di tingkat global. Salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengembangkan kota ini sebagai pusat produksi film dan pengembangan talenta kreatif di Asia Tenggara.

Inisiatif Jakarta Film Commission

Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Jakarta telah meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) pada 26 Juni 2026. Layanan ini dirancang untuk mendukung kegiatan produksi film dan audiovisual di Jakarta, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi industri kreatif.

Melalui program Filming in Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menawarkan berbagai fasilitas, termasuk:

Rano juga mengusulkan untuk menjajaki kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission selama pertemuan dengan Kim. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang bagi rumah produksi dari Busan untuk melakukan kegiatan produksi film di Jakarta, sehingga memperkuat hubungan antarkedua kota.

Kolaborasi di Berbagai Sektor

Selain kerja sama di bidang perfilman, Jakarta juga berencana untuk memperluas kolaborasi dengan Busan di sektor lain, termasuk pengembangan gim, e-sport, musik, dan seni pertunjukan. Rano mengidentifikasi bahwa potensi kerja sama ini tidak terbatas pada industri film, melainkan mencakup berbagai aspek kreatif yang dapat memperkaya budaya dan ekonomi kedua kota.

Kerja Sama Antara Festival Film

Jakarta juga mendorong kolaborasi antara Jakarta Film Week dan Busan International Film Festival. Bentuk kerja sama yang dijajaki mencakup:

Dengan inisiatif ini, diharapkan Jakarta dan Busan dapat saling menguntungkan dan menciptakan ekosistem industri kreatif yang lebih kuat dan berkelanjutan. Peluang yang tercipta melalui kerja sama ini diharapkan akan menjadi langkah awal menuju pengembangan yang lebih luas di masa depan.

➡️ Baca Juga: Enam Buah Tersehat Menurut Pakar Gizi, Favorit Semua Orang Ada di Nomor Tiga!

➡️ Baca Juga: Oki Rengga Ungkap Kebanggaan Berkolaborasi dalam Film Bersama Lolox

Exit mobile version