IPNU Nganjuk: Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Persidangan Harus Dipertegas

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Persidangan yang baik dan benar mutlak memerlukan penyelenggaraan persidangan yang teratur. Dalam rangka menjamin keteraturan tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama dengan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menetapkan Peraturan Pimpinan Cabang (PPC) tentang Teknik Persidangan, Kamis (23/07).

“PPC tentang Teknik Persidangan ini bertujuan untuk mempertegas mekanisme pengambilan keputusan dalam persidangan. Ini harus kita tetapkan dan kita patuhi bersama,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten Nganjuk, Ahmad Syafi’i Sulaiman saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (23/07).

Dikatakan, kader IPNU-IPPNU harus cerdas dalam bersidang. “Persidangan yang baik dan benar perlu kita bangun bersama. Semua kader wajib tahu tentang cara memimpin sidang dan mekanisme pengambilan keputusan agar setiap sidang yang berlangsung dapat berjalan dengan lancar dan tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Disamping itu, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Nganjuk, Muhammad Nuruddin mengatakan bahwa Peraturan Pimpinan Cabang (PPC) ialah turunan dari Peraturan-Peraturan di atasnya.

“PPC ini merupakan turunan dari Peraturan Organisasi (PO) tentang Persidangan dan Rapat yang telah diputuskan dalam Konbes dan Rakernas 2019 lalu. Dan PPC tersebut berlaku di internal IPNU-IPPNU Kabupaten Nganjuk,” kata Nuruddin saat menjelaskan PPC tersebut melalui media daring, Kamis (23/07).

Selama ini, kata Nuruddin, Teknik persidangan di IPNU-IPPNU banyak sekali versinya, tak terkecuali dalam forum-forum IPNU-IPPNU di Kabupaten Nganjuk. Sehingga hal itu berdampak pada ketidakjelasan mekanisme pengambilan keputusan dalam persidangan. “Sering terjadi ketidakjelasan. Entah dalam Konferensi, Rapat Pimpinan, maupun Rapat Anggota,” jelasnya.

Peraturan mengenai Teknik Persidangan sebenarnya sudah diwacanakan pada saat Konferensi 2018 lalu. Kemudian diusulkan dalam Komisi Organisasi saat Rapimcab awal tahun 2020 lalu oleh PAC IPNU Kecamatan Ngronggot. Namun, belum menemukan titik terang. “Amanat Komisi Organisasi dalam Rapimcab 25-26 Januari 2020 yang lalu ialah adanya Diklat Persidangan yang difasilitasi oleh PC dan PC juga harus menerbitkan peraturan tentang Tenik Persidangan sebagai pedoman,” terangnya.

Saat ini, Indonesia sudah memasuki masa New Normal. Pimpinan IPNU-IPPNU di lingkup Kabupaten Nganjuk, di beberapa Kecamatan, sudah mulai menjalankan kegiatan organisasi secara tatap muka. Bahkan mulai ada Rapat Anggota dan pelantikan. “Kami berharap, ditetapkannya PPC tentang Teknik Persidangan ini dapat memantik kembali api semangat kader-kader IPNU-IPPNU dalam menjalankan tugas organisasi di wilayah masing-masing. Kemudian, jika ada Rapat Anggota, maka bisa semakin tertata. Kalau ada Konferensi, dapat semakin baik dan rapi, serta keputusan-keputusan organisasi menjadi berisi untuk masa depan pelajar dan negeri ini,” pungkasnya.

Download file: KLIK DISINI

Kontributor : Syarif Dhanurendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *