IPNU-IPPNU Kertosono Gelar Napak Tilas Pendiri NU

Pimpinan Anak Cabang IPNU ( Ikatan Pelajar Nahdhotul Ulama’ ) IPPNU ( Ikatan Pelajar Putri Nahdhotul Ulama’ Kecamatan Kertosono mengadakan agenda napak tilas ke makam para pendiri NU asal Nganjuk tepatnya di kecamatan Kertosono dan ziaroh makam wali Nganjuk.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ahad pagi beetepatan tanggal 29 September 2019.

Ziarah dimulai di titik kumpul yang telah di rencanakan sebelumnya yakni di Masjid At-Taubah desa Drenges Krajan karena di aggap paling strategis. Sebelum berangkat para peserta ziaroh dilakukan acara breaving dan berdo’a memohon keselamatan perjalanan dan benrangkat menuju rute yang telah ditentukan. Rute pertama adalah makam KH. Abdul Fattah Jalalain Nglawak Kertosono, selanjutnya langsung menuju makam al maghfurllah KH. Ahmad Dahlan Abdul Qohar ( Sahabat KH. Hasyim Asy’ary dalam  mendirikan NU ), selanjutnya ke makam Tumenggung kopek Pakuncen Patianrowo, makam Gus Dur dan KH. Hasyim Asy’ary, Kebun Bibit Wisata Desa Pare, Taman Bunga Dewi Kemang Papar kediri, Makam Kanjeng Jimat Berbek, Makam Syekh Sulukhi Wilangan Nganjuk.Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan serta  mengenalkan  budaya ziarah dan  mengenang jasa – jasa mereka yang semakin pudar dikalangan remaja. Selain itu, agenda ini bertujuan mengenalkan sosok penjuang dan pendiri NU asal Nganjuk tepatnya di kecamatan Kertosono yang  bernama lengkap KH. Ahmad Dahlan Abdul Qohar. Beliau  adalah salah satu sahabat KH. Hasyim Asy’ari yang senantiasa mendampingi pra didirikanya jam’iyyah Nahdhotul ulama’ kala itu.

Rizal Mumazziq mencatat, KH Dahlan bin Abdul Qahar, salah seorang ulama asal Kertosono Nganjuk yang ikut membidani kelahiran NU. Karib KH Abdul Wahab Chasbullah ini bersama Syaikh Ghanaim al-Mishri ikut melakukan negosiasi ke Raja Arab Saudi, Ibnu Suud, mengenai kebebasan menjalankan madzhab dan beberapa tuntutan lain melalui wadah Komite Hijaz beberapa saat sebelum NU berdiri.

Dari Penjelasan sedikit diatas tentang beliau KH. Dahlan Abdul Qohar, Nganjuk sebagai kota yang mayoritas adalah warga nahdhiyin ternyata memiliki ulama’ sebagai warisan sejarah yang luar biasa. Namun keberadaan serta latar belakang beliau belum banyak diketaahui. Kami selalu berharap jasa – jasa beliau dapat terus diwariskan, dikenalkan dan menyertai semangat kita khususnya warga Nahdhiyin kota Nganjuk dalam berkhidmah pada Jam’iyyah NU ( Nahdhotul Ulama’ ).

Kontributor : Moch. Syaifudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *