Dalam dua dekade terakhir, Infobip telah menjadi pemimpin di bidang platform komunikasi berbasis cloud, menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah cara bisnis berinteraksi dengan konsumen. Dari awal yang sederhana dengan mengirim SMS dari Kroasia, kini perusahaan tersebut mengolah lebih dari 700 miliar pesan setiap tahunnya. Kini, dalam rangka ulang tahunnya yang ke-20, Infobip tengah mempersiapkan babak baru dalam komunikasi global dengan Agentic AI (AI Agen) sebagai protagonis utama.
Secara global, Infobip telah menunjukkan tren perubahan model komunikasi dari application-to-person (A2P) messaging menjadi model agent-to-person. Perusahaan ini bahkan memperkirakan bahwa pada tahun 2030, model komunikasi akan berkembang menjadi interaksi agent-to-agent yang sepenuhnya independen. Menurut CEO Infobip, Silvio Kutić, untuk berhasil di era baru ini, merek perlu memeluk pendekatan komunikasi yang lebih holistik dan memanfaatkan kemampuan hyper-personalization melalui agentic ai dan saluran interaktif seperti RCS dan WhatsApp.
Indonesia, sebagai pasar yang penting bagi Infobip sejak 2016, telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hal ini. Beberapa tahun terakhir, peningkatan adopsi GenAI (Generative AI) untuk kebutuhan interaksi merek di berbagai sektor industri telah terlihat jelas. Berdasarkan laporan Messaging Trends 2025, setengah dari penerapan AI di Indonesia didorong oleh GenAI, yang sangat efektif dalam menyesuaikan pesan berdasarkan minat dan profil konsumen hingga tingkat hyper-personalization.
Namun, GenAI bukanlah akhir dari cerita ini. Infobip memproyeksikan bahwa akan ada transisi ke arah adopsi Agentic AI dalam waktu dekat. Agentic AI memiliki peran yang lebih besar dibandingkan GenAI. Bukan hanya menjawab pertanyaan, Agentic AI berfungsi sebagai agen yang bertindak secara independen untuk menyelesaikan masalah konsumen. Dengan merespon perilaku konsumen secara real-time, teknologi ini memungkinkan merek untuk mempersonalisasi tindakan dan hasil, bukan hanya konten.
Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip Indonesia, mengungkapkan bahwa konsumen saat ini menginginkan solusi lengkap. Mereka ingin dibantu menemukan produk yang tepat atau menyelesaikan masalah layanan melalui saluran pilihan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan agentic menjadi semakin penting sepanjang customer journey.
Penerapan Agentic AI juga memberikan solusi untuk tantangan spesifik di Indonesia. Di sektor telekomunikasi, Agentic AI dapat mendukung pengambilan keputusan independen dalam mengelola jaringan yang kompleks dan operasional 5G. Di sektor pembiayaan, Agentic AI dapat membantu lembaga keuangan memperluas akses kredit untuk UMKM dengan proses persetujuan pinjaman yang lebih cepat dan risiko yang lebih terkendali.
Infobip percaya bahwa tahun 2030 akan menyaksikan kehadiran asisten AI pribadi di smartphone yang mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks secara independen. Misalnya, berinteraksi secara otomatis dengan AI perusahaan travel untuk memesan paket liburan. Untuk sukses di era ini, perusahaan harus segera merombak silo data mereka dan mengintegrasikan informasi pelanggan.
➡️ Baca Juga: Pegadaian Tingkatkan Inklusi Keuangan dengan Program Gadai Bebas Bunga: Solusi Efisien untuk UMKM dan Kebutuhan Mendesak
➡️ Baca Juga: CEO Bluesky Mengundurkan Diri Setelah Hampir 5 Tahun Menjabat
