Cancel Preloader

Hari Santri Nasional, 11 Ranting NU di Baron Gelar Upacara Serentak

Baron | nunganjuk.or.id – Hari Santri Nasional (HSN) serentak dilakukan di berbagai daerah tepat pada tanggal 22 Oktober. Tanggal itu menjadi tonggak sejarah dicetuskannya HSN. Untuk menandai HSN itulah, beberapa daerah menggelar upacara. Termasuk di Majelis Wakil Cabang NU Baron.

Upacara memperingati HSN ini digelar secara serentak 11 Ranting Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Baron pada Kamis (22/10/2020)

Di Desa Gebangkerep, Ketua Ranting NU Kiai Thoha Mahsun menjadi inspektur upacara. Kiai Thoha mengatakan,  kalangan santri memiliki hari yang istimewa, tanggal 22 Oktober telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Tepat pada tanggal 22 Oktober 1945 yang lalu, tercetuslah Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik, 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Santri dan pesantren kini telah memiliki UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Undang-undang ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan,” cetus Kiai Thoha.

Peserta upacara adalah perwakilan santri dari Pengurus Ranting NU, Badan Otonom, Lembaga NU, Perangkat Desa dan Nahdliyyin pada umumnya.

Santi putra dalam upacara tersebut memakai sarung, dan baju putih lengan panjang, serta memakai songkok.

Sejumlah santri juga terlihat memakai sandal jepit.

Upacara Hari Santri di Ranting Garu. Peserta tampak khidmat mengikuti upacara hingga selesai.

Terpisah, kepada para santri dan nahdlyyin, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama  (MWCNU) Baron Kiai Imam Gojali, berpesan untuk turut berperan memutus mata rantai penyebaran virus Corona ( Covid-19 ).

“Memang upacara Hari Santri Nasional tahun ini digelar secara minimalis, karena berada di masa pandemi. Namun tidak mengurangi kekhidmadan, juga semangat dan kesederhaan para santri tetap terlihat,” imbuhnya.

Kiai Imam juga meminta para santri, dan nahdliyyin rajin memakai masker dan rajin mencuci tangan memakai sabun.*

Kontributor: M. Yusuf Hamidi
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *