Gus Rosyid: Matan Itu Salah Satu Agen Thariqah

 Gus Rosyid: Matan Itu Salah Satu Agen Thariqah

Gus Abdur Rosyid, Sekretaris Pimpinan Pusat Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarrah An Nahdliyyah (MATAN) yang juga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, berkenan menyempatkan diri hadir pada acara Musyawarah Daerah (MUSDA) Idaroh Syu’biyyah JATMAN Nganjuk. Acara yang digelar pekan awal November ini di antaranya mengagendakan seminar kethariqahan. PC MATAN Nganjuk ditugaskan sebagai koordinator seminar mengundang beberapa materi, salah satunya dari PP MATAN.

Dalam seminar yang dipandu moderator Wakil Ketua PC MATAN, Ustadz Wahyu, Gus Rosyid menjelaskan awal mula pendirian MATAN berangkat dari kegelisahan beberapa kaum muda NU yang melihat ada ruang kosong spiritual atau ubudiyah dari mahasiswa dan pemuda yang perlu diisi. Kegelisahan tersebut kemudian dihaturkan kepada Rais Aam JATMAN, Maulana Habib Luthfi Bin Yahya.

“Kami showan kepada Maulana Habib Luthfi untuk izin mendirikan organisasi mahasiswa tingkat Semarang yang berkaitan dengan thariqah, namun Maulana Habib Luthfi malah langsung menginstruksikan untuk mendirikan level nasional yang beliau beri nama MATAN, jadi MATAN ini pemberian namanya langsung dari Maulana Habib Luthfi”, tutur Gus Rosyid.

Gus Rosyid juga menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan kata “mahasiswa” dari MATAN itu bukan hanya mereka yang sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah, tetapi mahasiswa itu berkaitan dengan mahaguru, sedangkan para mursyid adalah mahaguru. Sehigga siapapun yang ingin berhubungan dengan para mahaguru dan menjadi muridindapat bergabung dengan MATAN.

Pada faktanya banyak juga dari kalangan tertentu seperti pejabat maupun artis yang galau dengan kekeringan spiritual mereka. Untuk mengajak mereka langsung bergabung dengan NU atau masuk thoriqoh tidak bisa serta merta dilakukan, sebab mungkin ada kecangggungan atau kebingungan. MATAN hadir untuk menjadi jembatan dengan menyesuaikan kondisi kekinian, ikut mengantarkan para pihak melalui tahap awal mengisi spiritual sesuai dengan thariqah yang mu’tabarrah. Maka agenda-agenda MATAN lebih fleksibel seperti dakwah di warung, kafe, pagelaran musik gambus dan sebagainya. Gus Rosyid mengajak hadirin untuk menghimbauu putra-putrinya bergabung dengan MATAN.

Akhirnya, Gus Rosyid menjelaskan bahwa MATAN merupakan salah satu agen atau marketing yang mengantarkan calon murid kepada mursyid, sehingga MATAN bukan organisasi thariqah tersendiri.

Ketua PC MATAN Nganjuk, Gus Tajul Mafachir, menambahkan bahwa MATAN perlu bersinergi dengan berbagai pihak, baik intern NU maupun stakeholder lain, sehingga MATAN kemudian bukan dianggap sebagai wadah basis massa, namun jembatan awal untuk mengenalkan para pemuda dan mahasiswa kepada guru-gurunya, para ulama dan ajaran tasawwuf.

Redaktur: Kazekage

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *