Gus Alfain: Like Dan Share Konten Aswaja NU Merupakan Bentuk Perjuangan

Baron, 2 Maret 2020

Dalam agenda KOPAS (Kopi Aswaja) yang diselenggarakan Departemen Dakwah PC IPNU Nganjuk, Ahad (02/03/2020), Gus Alfain Fahmi mengemukakan beberapa poin penting untuk bekal kawula muda NU dalam mengarungi akses media sosial dan mengambil sanad keilmuan dari dunia maya. Gus Alfain menegaskan generasi milenial atau generasi setelahnya memang tidak bisa lepas dari dunia maya, sebab dunia maya sudah menjadi kebutuhan, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap.

Poin pertama yang disampaikan beliau tentang mengambil ilmu dari dunia maya seperti situs pencarian google. Mengambil ilmu dari google sah-sah saja selama ada pembanding atau pentashihnya. Keniscayaan dunia maya tidak bisa dihindari, sehingga yang diperlukan adalah solusi, bukan apriori.

“Mengambil ilmu atau informasi dari google, misalnya, boleh-boleh saja, tetapi kalian harus memiliki pembanding dari kitab-kitab karya ulama yang sanadnya jelas atau ditashih kepada yang berkompeten, misalnya ke Pak Wahyu itu, ke Aswaja NU Center” tutur beliau menjelaskan ke peserta.

Cinta kepada tokoh NU dari kalangan para Kiai dan habaib merupakan poin selanjutnya. Gus Alfain menjelaskan perlunya mencintai para penerus kanjeng Nabi, baik Kiai maupun habaib, sehingga dengan kecintaan tersebut, kaum muda dapat meneladani dan mengikuti “tindak lampah” beliau-beliau.

“Di internet itu kalau ingin mencari akses informasi atau ilmu yang utama, itu tidak usah banyak-banyak. Misalnya mengikuti media sosial Habib Luthfi atau Gus Baha’, ya diikuti terus beliau, nantinya kita bisa jadi muhibbin dan mengikuti apa yang beliau-beliau “dawuh”kan. Selebihnya untuk hiburan saja, bukan rujukan inti” lanjut Gus muda jebolan Pondok Lirboyo ini.

Lebih lanjut pengurus Aswaja NU Center yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Musyawarah Pondok Pesantren Jawa-Madura ini mengemukakan poin ketiga yakni hal sepele namun merupakan bentuk perjuangan yaitu “like dan share”.

“Saya itu kalau sudah jelas kontennya positif dari tokoh panutan atau Kiai panutan kita ya ikut “like dan share”. Mengapa kelompok sebelah itu konten-kontennya viral, ya karena banyak like dan share. Kan tidak susah itu like dan share, kalau semua pemuda NU melakukan hal ringan ini (like dan share konten media sosial tokoh NU), maka konten akan viral dan trending, lalu menempati posisi atas mesin pencarian google, lalu banyak warganet yang akses, dimulai dari hal ringan ini. Jadi menurut saya, bahkan like dan share konten ulama itu merupakan bentuk perjuangan untuk syiar, dakwah dan menebarkan kebaikan, seperti maqolah: “barangsiapa yang menyebarkan sesuatu maka seakan-akan ia sama dengan orang yang melakukannya” pungkas Gus Alfain.

Kontributor : Kazekage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *