Gotong Royong Banser Tanggap Bencana Bangun Tanggul Darurat Kali Mlinjo

 Gotong Royong Banser Tanggap Bencana Bangun Tanggul Darurat Kali Mlinjo

Prambon | nunganjuk.or.id – Tanggul Sungai Mlinjo di Dusun/Desa Mojoagung, Kecamatan Prambon, jebol. Peningkatan volume air tersebut membuat pemukiman warga terendam air.

Atas peristiwa itu, dengan sigap Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kecamatan Prambon digerakan untuk kerja bakti membuat tanggul sementara, Jum’at (26/03)

Kasatkoryon Banser Kecamatan Prambon, Imam Mudzakir menjelaskan, saat terjadinya banjir 8 kader Banser Prambon langsung diterjukan ke lokasi banjir untuk mengevakuasi sejumlah warga.

Imam mengintruksikan anggotanya untuk ikut terjun ke lokasi titik jebolnya tanggul. Saat kerja bakti, diketahui terdapat 20 personil yang ikut terjun dalam pembuatan tanggul sementara.

“Kami instruksikan bagi yang longgar itu. Alhamdulillah, sahabat-sahabat semua itu langsung datang, begitu ada bencana langsung datang. Alhamdulillah lancar tadi,” terangnya.

Menurut Imam, sebagai bentuk antisipasi kedepan, untuk kesiapsiagaannya ketika ada hujan langsung kordinasi sama pamong setempat, untuk menanyakan keadaan wilayah tersebut.

“Ketika ada luapan air, kami langsung bergerak untuk membantu warga,” pungkasnya.

Selain Bagana, kerja bakti diikuti oleh unsur BPBD Nganjuk, Forpimcam, Forpimdes Mojoagung dan relawan lainya.

Kepala Dusun Mojoagung, Baitul Ulum mengatakan, jebolnya tanggul sungai ini disebabkan oleh tingginya debit air dan derasnya curah hujan, pada pukul 16.30 WIB. Sementara pukul 19.00 WIB air sungai mulai meluap ke atas jembatan.

“Tinggi muka air sungai Mlinjo ini mencapai 50 sentimeter. Akibatnya salah satu titik tanggul sungai ini jebol di dua titik. Titik pertama, panjangnya sekitar 12 meter. Pada titik kedua, hanya tergerus air, panjangnya sekitar 4 meter,” ungkapnya.

Baitul Ulum menambahkan, akibat banjir lahan milik petani seluas 1 hektar dan pemukiman warga tergenang. Ditaksir mencapai 750 orang total terdampak peristiwa ini.

“Ya, langkahnya di sini (kerja bakti) menyiapkan alat-alat seperti sesek, bambu untuk dibuat tanggulnya,”imbuhnya.

Ulum berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk untuk bisa segera membenahinya dengan normalisasi sungai. Hal ini diharapkan agar tidak ada lagi pemukiman warga yang kebanjiran.

Pewarta: MN. Afandi

Digiqole ad

admin

Related post