Ghirah ber-Nahdlatul Ulama di Kabupaten Nganjuk

Kita dapat menyaksikan sendiri akhir-akhir ini ghirah ber-NU terasa meningkat tajam. Aneka kegiatan seperti pengajian, pelatihan pengkaderan, perlombaan dan layanan umat bergelora dimana-mana. Ranting dan Majelis Wakil Cabang yang semula kurang akrif kini tidak kalah gesitnya.

Dampaknya, para anggota pengurus pimpinan cabang bahkan wilayah termasuk badan otonom dan lembaganya, kian padat jadwalnya melayani permintaan untuk hadir baik menjadi narasumber ataupun sekedar mendampingi acara. Sampai-sampai dalam sehari para pengurus harus menghadiri dua atau tiga acara di daerah yang berbeda. Waktu tiga puluh hari dalam sebulan rasanya kurang cukup untuk mengurus Nahdlatul Ulama.

Patut diapresiasi, sahabat-sahabat yang menangani beragam kegiatan terlihat kompak dan bergembira tanpa mengenal lelah. Disamping bidang pendidikan, bidang-bidang lain kini saling unjuk kebolehannya.

Bidang Kesehatan misalnya, Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Nganjuk selama satu bulan sekali menggelar Khitan Gratis yang diikuti rata-rata puluhan anak-anak yatim dan dhuafa. Acara ini tidak lepas dari support NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadakah (LAZISNU) Kabupaten Nganjuk sebagai roda penggerak acara tersebut. Indah bukan?

Selanjutnya di bidang ekonomi, belum genap setahun Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk merintis pabrik air minum dengan nama PT. Persada Nawa Kartika. Nama ini terinspirasi dari simbol Nahdlatul Ulama itu sendiri yang diantaranya terdiri dari bumi dan bintang sejumlah sembilan. Produk dari PT. Persada Nawa Kartika saat ini adalah Air Minum kemasan yang diberi label “NU Cless” dan sudah tersebar ratusan ribu dus di seluruh Kabupaten Nganjuk.

Kesadaran tentang jihad digital atau dakwah online juga tak kalah serunya. Terutama setelah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk mewujudkan website nunganjuk.or.id yang sangat fenomenal, kegiatan pelatihan jurnalistik mulai mentradisi di beberapa daerah. Para aktivisnya rata-rata generasi muda yang militansinya luar biasa.

Bidang lain yang tak pernah berhenti berkhidmat adalah Gerakan Koin NU Peduli milik NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadakah (LAZISNU) Kabupaten Nganjuk. Eksistensi Gerakan ini terbukti luar biasa. Dalam setiap bulan di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dapat meghimpun dana umat sebesar 20 juta hingga 60 juta untuk di tasharufkan di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi dan kebencanaan di daerahnya masing-masing.

Semua aktivitas itu dilandasi kemauan keras dan usaha sungguh-sungguh dari para aktivisnya. Diyakini bahwa Nahdlatul Ulama ini jika diurus dengan serius barokahnya akan sangat besar. Berapa pun dana yang diperlukan akan tercukupkan, dan buahnya dapat dirasakan oleh banyak orang. Sebaliknya jika menunggu punya uang baru berkegiatan, dijamin tidak akan pernah ada kegiatan dan tidak akan pernah memiliki uang.

Walhasil, gerakan dakwah moderat yang bersimbol bintang jagat ini dapat berkembang hingga sekarang bukan karena uang. Namun karena gagasan besar, kreativitas dan kesungguhan para pemimpinnya.

Oleh: Hafidz Yusuf
(Redaksi NU Online Nganjuk)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *