Gerakan Ayo Sekolah di Ma’arif NU

Oleh : Wahyu Irvana

Geliat gerakan-gerakan di tubuh NU akhir-akhir ini sangat membahagiakan. Gerakan koin NU yang disusul dengan gerakan koin muktamar membawa tambahan optimisme kemandirian NU. Ide-ide segar yang disambut dengan antusiasme nahdliyyin di kirab koin muktamar membangun semangat ber-NU lebih giat. Rais aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar, mengapresiasi antusiasme gerakan koin muktamar, bahkan Jawa Timur telah mampu mengumpulkan sekitar 6 Milyar.

Banyak gerakan-gerakan segar yang digaungkan dari NU untuk sebesar-besarnya kemaslahatan umat, seperti gerakan “ayo mondok”, gerakan “pembacaan shalawat nariyah dan doa untuk bangsa”, gerakan “wirausaha muda NU” dan sebagainya. Gerakan-gerakan tersebut tentu memiliki dampak positif tidak hanya untuk nahdliyyin, namun untuk masyarakat luas, bangsa dan negara. Melirik gerakan-gerakan yang sudah disyiarkan, sebenarnya ada gerakan yang sudah cukup lama dimulai, namun belum menjadi gerakan besar yang massif yaitu “Gerakan Ayo Sekolah di Ma’arif NU”.

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU telah berdiri sejak lama dan mengawal pendidikan baik milik nahdliyyin maupun skala kebijakan nasional. Berbagai upaya telah dilakukan dari waktu ke waktu, dari kepengurusan ke estafet pengurus selanjutnya. Pendirian lembaga pendidikan unggulan Ma’arif NU, optimalisasi pelajaran Aswaja dan Ke-NU-an, penyediaan bahan ajar seluruh mata pelajaran, ujian madrasah NU berbasis komputer dan seabreg usaha lain untuk memajukan lembaga pendidikan di naungan NU terus dilakukan.

Upaya-upaya nyata dari para punggawa LP Ma’arif NU perlu menjadi gerakan besar, massif dan terpola rapi. Gerakan “Ayo Sekolah di Ma’arif NU” perlu disokong oleh segenap warga nahdliyyin di mana pun berada, sehingga lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan LP Ma’arif NU kemudian menjadi pendidikan dari NU, oleh NU, untuk NU dan bangsa. Gerakan “Ayo Sekolah di Ma’arif NU” tidak akan menjadi hambatan untuk pendidikan ataupun lembaga pendidikan jenis lain, seperti gerakan koin NU tidak akan menghalangi orang bersedekah di kotak amal masjid, gerakan beli di toko NU tidak akan menghalangi toko lain milik masyarakat. Namun lebih dari pada itu, nahdliyyin yang memiliki putra-putri usia pendidikan perlu tahu dan mengerti, bahwa mempercayakan putra-putrinya di pendidikan yang berafiliasi dengan LP Ma’arif NU jelas memiliki beberapa keunggulan lebih, di antaranya keunggulan ideologis, keunggulan amaliyah dan keunggulan kurikulum khusus, dengan tidak mengurangi keunggulan lain seperti di lembaga pendidikan lain.

Keunggulan ideologis jelas pada ideologi Aswaja An-Nahdliyyah yang terjamin sesuai pilar utama NU, di samping ideologi kebangsaan dan rahmatan lil alamin yang jelas diperjuangkan NU. Keunggulan amaliyah ada di praktik amaliyah Aswaja NU jelas tertata dengan lebih baik dan absah sesuai keilmuan yang terverifikasi di NU. Keunggulan kurikulum khusus adalah perkembangan kurikulum seperti muatan lokal kitab kuning atau Aswaja dan Ke-NU-an yang menjadi identitas pembeda dari lembaga miliki nahdlyyin.

Gerakan “Ayo Sekolah di Ma’arif NU” adalah kesadaran dasar dari segenap nahdliyyin untuk menjaga sanad keilmuan yang lurus dan benar, tanpa ketinggalan perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan. Gerakan “Ayo Sekolah di Ma’arif NU” juga menjadi gerakan untuk membesarkan NU di bidang pendidikan, sebab pendidikan merupakan salah satu pilar inti peradaban dan keberlangsungan bangsa. Gerakan “Ayo Sekolah di Ma’arif NU” bukan saja mempercayakan putra-putri nahdliyyin di lembaga pendidikan yang memiliki program shalat berjamaah atau hafalan Qur’an misalnya, lebih dari itu gerakan mempercayakan putra-putri di lembaga pendidikan yang berafilisasi dengan LP Ma’arif NU adalah gerakan identitas dan loyalitas untuk NU dan estafet generasi penerus bangsa.

Tunggu apa lagi, tahun ajaran ini, ayo percayakan putra-putri anda di lembaga pendidikan NU!

Wahyu Irvana, Nahdliyyin Nganjuk, Penggerak Literasi Pelajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *