Gelar Diklatsar, Kasatkorcab Banser Nganjuk: Saya Bangga Banser Banyak Peminatnya Meski Sering Difitnah

Mojokerto | nunganjuk.or.id –  Kabar tidak jelas yang menyudutkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) memang kuat di era media sosial ini tak menyurutkan langkah generasi muda NU di Kabupaten Nganjuk, Jatim masuk jadi anggota Banser.

Salah satu buktinya gerakan pengkaderan yang terus digencarkan di seluruh Indonesia. Salah satunya yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Nganjuk.

“Di saat Ansor dan Banser mendapat cacian dan makian bahkan fitnahan, bersamaan itu pula semakin banyak yang berminat masuk di organisasi Banom NU ini,” kata Komandan Satkorcab Banser XII-28 Kabupaten Nganjuk Muhari Sujud.

Hal itu disampaikan dalam penutupan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser dan Detasemen Wanita Serbaguna (Denwatser), Ahad (4/10/2020) Villa H. Sumardi, Jl Udayana, Dusun Trawas, Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran Pimpinan Wilayah (PW) Jawa Timur khususnya kepada Ketua H.M Syafiq Syauqi yang sudah memberikan izin rekomendasi.

“Kami berterima kasih dan apresiasi kepada H. Sumardi yang telah memfasilitasi tempat dan segala sesuatunya, juga kepada tim instruktur yang di bawah kendali komandan Insya’ Ansori yang dari awal sampai akhir semangatnya sangat tinggi, dan tak lupa ada H. Yuyud, H. Ridwan, H. Mahfudz, juga Ahmad Subhi alkalibek juga tim instruktur juga seluruh tim yang ikut mensukseskan kegiatan Diklatsar angkatan XXXI yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, ” ungkapnya.

Sementara itu, Insya’ Ansori selaku Komandan Latihan juga menyampaikan untuk menentukan lulus atau tidaknya seluruh peserta harus dan wajib melewati beberapa halang rintang atau outbound yang di akhir rintangan hormat serta mencium bendera Banser sebagai bukti bahwa dia sah dan lulus menjadi anggota Banser.

“Diklatsar kali ini sangat luar biasa dengan peserta 105 dari berbagai kalangan 70 persen yang nol dari militansi tentang Nahdlatul Ulama, ” ungkapnya dilansir dari situs berita jatim.indonesiasatu.co.id.

Selain itu, ia bersama tim asesmen juga menseleksi peserta yang paling baik diantara yang terbaik untuk menentukan kejuaraan melalui proses yang sangat ketat mulai dari aqiu, kecakapan, juga tertib dalam mengikuti kegiatan sesuai dengan kontrak.

“Peserta terbaik Diklatsar kali ini juara pertama dengan nilai 2040 diraih oleh Farhan Ubaidillah peserta dari Rungkut Tengah, Surabaya, Juara kedua dengan nilai 1955 diraih oleh M. Ali Mahfudz dari Nganjuk, Dan Juara ketiga dengan nilai 1940 diraih oleh M. Nurrobin dari Sukolilo, Surabaya,” tandasnya.

Editor: Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *