Film Perayaan Pertama Rampung Syuting dengan Bintang Morgan Oey dan Ladya Cheryl

Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan, rumah produksi Studio Antelope dengan bangga mengumumkan selesainya proses syuting film terbaru yang berjudul Perayaan Pertama, di bawah arahan sutradara berbakat Jason Iskandar. Film ini tidak hanya menyuguhkan kisah yang mendalam, tetapi juga menjangkau pasar internasional dengan judul First Breath After Coma. Dikenal dengan para bintang berbakat seperti Morgan Oey, Ladya Cheryl, dan Abby Latip, film ini menjadi momen penting dalam karir para pemainnya, terutama bagi Ladya Cheryl yang kembali ke layar lebar setelah absen sejak 2021.
Comeback Menarik di Dunia Film
Ladya Cheryl, yang dikenal luas karena aktingnya yang memukau, kembali ke dunia perfilman melalui Perayaan Pertama. Dia sebelumnya meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Kembalinya ia ke layar lebar menjadi sorotan, mengingat prestasinya yang gemilang di masa lalu.
Film ini juga menjadi debut film panjang bagi Abby Latip, yang sebelumnya telah menonjol dalam berbagai film pendek, serial, serta video musik untuk artis internasional seperti Niki. Dengan kombinasi bintang-bintang ini, Perayaan Pertama menjanjikan sebuah tayangan yang menarik dan berkualitas.
Perjalanan Panjang Menuju Produksi
Proses pengembangan Perayaan Pertama telah melalui jalur yang cukup panjang dan kompleks. Dimulai dari partisipasi dalam SGIFF Southeast Asian Film Lab 2015 di Singapura, proyek ini terus berkembang melalui berbagai program laboratorium film internasional, termasuk EAVE Ties That Bind 2023/2024 yang diadakan di Taiwan dan Italia.
Film ini juga telah dipresentasikan dalam ajang bergengsi seperti Golden Horse Film Project Promotion 2024 di Taiwan serta Hong Kong – Asia Film Financing Forum (HAF) 2025. Pengalaman ini memberikan banyak perspektif dan wawasan, yang tentunya memperkaya cerita di dalam film.
Menggali Identitas dan Keluarga
Sutradara Jason Iskandar menegaskan bahwa pengalaman pribadinya sebagai seorang Tionghoa Indonesia sangat mempengaruhi pengembangan cerita film ini. Ia ingin menyampaikan pergulatan emosional melalui kisah tiga bersaudara yang berusaha untuk terhubung kembali, baik dengan satu sama lain maupun dengan diri mereka sendiri. Narasi ini berlatar belakang Indonesia yang mengalami perubahan besar pasca-Reformasi, menjelang perayaan Imlek tahun 2000.
Iskandar menekankan, “Kisah ini adalah tentang eksplorasi identitas dan hubungan keluarga di tengah perubahan sosial.”
Waktu Pengembangan yang Panjang
Produser Florence Giovani menambahkan bahwa pengembangan Perayaan Pertama memerlukan waktu yang cukup lama, dimulai dari 2015 hingga akhirnya fase syuting selesai pada 2026. “Kami memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan mengembangkan proyek ini dengan banyak pelaku industri film internasional, yang sangat membantu dalam memperkaya cerita,” ujarnya.
Walaupun cerita ini berakar dari pengalaman khusus keluarga Tionghoa Indonesia, Giovani berharap bahwa tema yang diangkat bisa diterima dan relevan oleh penonton dari berbagai latar belakang. “Kami ingin kisah ini mampu menyentuh hati dan memberikan makna bagi semua orang.”
Kualitas Visual dan Artistik yang Mengagumkan
Film Perayaan Pertama tidak hanya menawarkan cerita yang menarik, tetapi juga didukung oleh kualitas visual dan artistik yang tinggi. Ini berkat kolaborasi dengan tim teknis berprestasi, termasuk sinematografer asal Singapura Teck Siang Lim, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Fadillah Putri Yunidar, serta penata rias Astrid Sambudiono.
Paduan antara cerita yang emosional dan tampilan visual yang memukau diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang tak terlupakan.
Menanti Kehadiran Film di Bioskop
Dengan semua elemen yang telah disiapkan dengan matang, Perayaan Pertama menjadi film panjang kedua bagi Jason Iskandar setelah debutnya di Akhirat: A Love Story pada tahun 2021. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2027, dan menjadi salah satu film yang paling dinantikan di tahun mendatang.
Film ini mengangkat tema yang menyentuh tentang dinamika hubungan antara tiga bersaudara dalam keluarga Tionghoa Indonesia, di tengah latar belakang sejarah yang penting. Era transisi menjelang Tahun Baru Imlek 2000 menjadi titik penting ketika masyarakat Tionghoa untuk pertama kalinya dapat merayakan Imlek secara terbuka setelah bertahun-tahun dibatasi oleh pemerintah.
Harapan dan Aspirasi Film Ini
Dengan kehadiran film Perayaan Pertama, diharapkan dapat membuka dialog mengenai identitas, keluarga, dan penerimaan budaya yang lebih luas. Kisah yang diangkat tidak hanya relevan bagi masyarakat Tionghoa Indonesia, tetapi juga memiliki daya tarik universal yang bisa merangkul penonton dari berbagai latar belakang.
Melalui proyek ini, Jason Iskandar dan tim berharap dapat berkontribusi pada perkembangan perfilman Indonesia di kancah internasional. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan pengalaman yang didapat selama proses pembuatan film, Perayaan Pertama diharapkan menjadi salah satu karya yang akan dikenang dan diapresiasi oleh banyak orang.
Dengan berbagai elemen yang kuat, mulai dari cerita yang mendalam, aktor berbakat, hingga dukungan teknis yang mumpuni, Perayaan Pertama siap menyajikan sebuah pengalaman sinematik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan refleksi tentang kehidupan dan budaya. Penantian untuk film ini tentunya akan menjadi satu hal yang menarik untuk disaksikan di layar lebar pada tahun 2027.
➡️ Baca Juga: Perenang Rusia dan Belarusia Diizinkan Tampil dengan Bendera Nasional di Kompetisi Internasional
➡️ Baca Juga: Volkswagen Tawarkan Diskon Menarik untuk Servis dan Suku Cadang Pemilik Golf




