El Fikr Peduli 2020

Nganjuk | nunganjuk.or.id – El Fikr merupakan salah Unit komunitas Kegiatan Mahasiswa di bidang jurnalistik dan kepenulisan. Komunitas ini melakukan beberapa kegiatan untuk menyemarakan syi’ar Islam di bulan suci Ramadhan.

Beberapa kegiatan yang sudah berlangsung antara lain Mbatak bareng El Fikr ( Mbagi Takjil bareng El Fikr ), buka bersama dan pembagian bibit pisang.

Sejak Jum’at (22/05/2020 ) lalu, El Fikr kembali menunjukkan eksistensinya dengan mengadakan kegiatan bartajuk El Fikr Peduli 2020. El Fikr peduli 2020 merupakan kegiatan menyalurkan zakat dan wakaf Al Qur’an kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kali ini sasaran El Fikr Peduli 2020 adalah dusun Sendanggogor, desa Ngepung, kecamatan Lengkong. Melalui Ustad Mochamad Ilhamulloh Zuhdi atau akrab dipanggil Ustad Ilham yang merupakan syuri’ah di daerah tersebut, pihak El Fikr yang saat itu diketuai oleh Shobat Mulyani ( PAI Madin 2 ), berhasil memperoleh izin untuk melakukan penyaluran zakat dan wakaf Al Qur’an ke dusun Sendanggogor. Perjalanan 1 jam harus ditempuh dari kecamatan Lengkong untuk sampai ke dusun Sendanggogor.

Sesampainya di gapura masuk desa Ngepung, Ustad Ilham dan beberapa kawanan banser kebetulan sedang melakukan piket tanggap bencana Covid – 19. Perjalanan mulai dari gapura masuk desa Ngepung hingga lokasi pengumpulan zakat, El Fikr dikawal oleh Ustad Ilham dan beberapa kawanan banser.

Ustad Ilham menuturkan bahwa rombongan yang dikawal banser ketika memasuki wilayah desa Ngepung merupakan suatu tanda kalau rombongan tersebut mendapat izin berkunjung sehingga dapat aman berinteraksi dengan masyarakat desa Ngepung.

Tepat pukul 08.30 WIB, pihak El Fikr sampai di mushola Baitul Mukminin, mushola induk di desa Ngepung. Sambutan hangat disampaikan Ustad Ilham saat memberikan pembukaan acara serah terima zakat. Dalam beberapa ungkapan beliau, Ustad Ilham menceritakan keadaan dusun Sendanggogor.

Dusun Sendangogor merupakan salah satu daerah terpencil di kabupaten Nganjuk yang jarang mendapat perhatian pemerintah dan jamahan tangan orang luar. Beberapa problematika sosial yang terjadi di wilayah tersebut antara lain : kesulitan akses air bersih, sinyal ponsel yang kurang memadai dan akses jalan yang sebagian besar rusak parah.

Keadaan ekonomi masyarakat bergantung pada pengelolaan lahan perhutani di sekitar wilayah tersebut. Pendidikan di dusun Sendanggogor terbilang masih dalam proses penanganan dan perbaikan. Untungnya, masih tersedia lembaga pendidikan formal dan nonformal yang dapat diakses oleh masyarakat.

Pendidikan formal yang tersedia meliputi TK, SD dan SMP, sedangkan pendidikan nonformal yang tersedia meliputi KB dan TPQ. Tidak adanya jenjang pendidikan formal setingkat menengah atas menyebabkan masyarakat harus bermigrasi ke luar daerah desa Ngepung.

Selain itu, problematika lain di bidang pendidikan di dusun Sendanggogor adalah kurangnya tenaga pendidik dan kependidikan. Oleh karena itu, Ustad Ilham berharap dari pihak pemerintah, mahasiswa dan masyarakat agar berkenan bahu – membahu membantu meningkatkan SDM agar kualitas pendidikan di dusun Sendangogor menjadi lebih baik.

Dalam bidang keagamaan, masyarakat dusun Sendanggogor telah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan semakin antusiasnya masyarakat mengikuti kegiatan pengajian dan belajar di TPQ. Kendati demikian, organisasi keagamaan di dusun Sendanggogor kurang berkembang. Ormas setingkat NU belum mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat setempat sehingga kepengurusannya belum tertata sempurna.

Ustad Ilham, ditemani oleh bapak Roso ( Ketua NU desa Ngepung ) dan kawanan banser tetap berusaha istiqomah berdakwah memberikan pendidikan agama kepada masyarakat setempat. Sebelum menutup sambutan beliau, Ustad Ilham menuturkan beberapa pesan untuk shobat Mulyani dkk.

“Bukan organisasi yang dikedepankan, harusnya keimanan. Apapun organisasinya, imanlah yang di depan”, ungkapnya.

sambutan Ustad Ilham usai, El Fikr melakukan serah terima zakat dan wakaf Al Qur’an secara simbolik. Tak lupa agenda foto bersama tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol pemerintah sebagai akhir dari acara El Fikr Peduli 2020.

Kontributor: Sang Hijau
Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *