Ekspansi Seni Budaya

 Ekspansi Seni Budaya

Rabu, 10 Februari 2021
Oleh Ali Anwar Mhd

Kajian lanjutan menyongsong Konfercab PCNU, yang rencana dilaksanakan bulan Mei 2021 di Pondok Pesantren Al Azis Sawahan Lengkong Nganjuk, masih terus berjalan setiap hari Sabtu.

Sabtu kemarin (6/2) adalah kajian ke 3. Menghadirkan nara sumber Ki Dalang Dr. Lukman (Ketua Dewan Kesenian Nganjuk dan aktifis muda NU). Gus M. Tajul Mafachir, LC (Budayawan dan Seniman Lesbumi Jatim, Alumni Sudan, dan pengasuh Pesantren Arab-Jawa Kutorejo Bagor Nganjuk). Dr. Budi Harianto (Kaprodi Sosiologi Agama IAIN TA).

Dalam kajian yang mengambil tema “Pengembangan Seni Budaya dan Sosial” terungkap banyak potensi kebudayaan yang ada di Nganjuk. Seni budaya Jawa yang tersebar di kabupaten Nganjuk, harus menjadi seni budaya yang diakomodasi oleh NU melalui Lesbumi.

NU harus mendampingi mereka. Mendampingi untuk nguri-nguri sekaligus mengadvokasi bagaimana supaya tetap lestari dan eksis. Misi NU bukan hanya itu saja. Tapi bagaimana seni budaya bisa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Semua budaya bisa menjadi media dakwah sebagaimana yang dijalankan oleh para wali terdahulu.

NU harus membuat program penggalian potensi seni yang terpendam yang berada di kabupaten Nganjuk. Selanjutnya melalui lembaga seni budaya (Lesbumi) untuk memberi fasilitasi atau wadah forum pertemuan secara intens. Lesbumi bisa melalui forum mempertemukan pihak-pihak terkait terutama para pemangku kebijakan di pemerintahan.

Selanjutkan bagaimana bersama pemerintah para pelaku seni bisa dilibatkan dalam perumusan kebijakan dalam pengembangan seni budaya di Nganjuk. Pemerintah melalui kebijakan anggaran bisa memberikan fasilitasi wahana ajang kreasi di event-event yang bisa dibersamakan dengan peringatan -peringatan hari besar nasional atau Islam. Juga difasilitasi management terkait pengelolaan dan pengembangan.

Dimana peran NU? di samping memfasilitasi hal di atas secara intens, adalah mengawal memberikan formulasi pengembangan seni budaya yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Advokasi nilai ke-islaman.

Peran NU adalah mengembangkan bidang seni budaya dengan mengkolaborasikan kekayaan budaya Jawa dengan nilai-nilai ke-islaman yang pasti akan melahirkan pola baru dalam berseni budaya. Potensi seni yang ada terus bisa diinovasi dan dikembangkan yang sekarang dengan nilai Islam. Hal ini yang disebut dengan seni budaya bisa menjadi media dakwah sebagaimana yang dijalankan para wali.

NU meneruskan pola atau metode yang pernah dijalankan para wali. Dan tugasnya melahirkan seni budaya baru yang tetap menarik dengan cara bisa diinovasi melalui lembaga seni budaya NU (Lesbumi NU).

Tentu di samping merawat dan memberi pangung pada seni budaya yang sudah indentik milik NU. Misal semacam rebana dsb. Memfasilitasi dengan lebih memperbanyak panggung festifal atau bentuk lain.

NU sebagaimana program di atas harus sudah merambah pada program seni budaya di luar terutama seni-seni kekayaan budaya lokal Jawa. Merawat seni budaya di luar yang sudah dimiliki NU.

Tentu untuk membuat program lebih detail dan bentuk rincian program perlu tindaklanjuti terutama saat penyusunan program secara formal.

Kesimpulan kajian terkait pengembangan seni budaya harus ekspansi bukan saja merawat, memfasilitasi, dan mengembangkan seni budaya milik nahdliyin, tapi semua seni budaya yang ada dan menjadi potensi yang ada di Nganjuk harus difasilitasi dan dikembangkan. Dikreasi untuk bisa menjadi seni budaya baru yang relevan dan lebih menarik sesuai kebutuhan perubahan secara sosialogis. Seni budaya dijadikan media dakwah dalam mensyiarkan risalah ajaran agama.

Sedang untuk kajian Sabtu 13 Februari 2021 mengangkat tema “Pengembangan Kekembagaan dan Advokasi”.

(Koordinator Kajian Menyongsong Konfercab PCNU Nganjuk)

Digiqole ad

admin

Related post