Dunia Kita Sungguh Dunia Virtual

Penulis :Ali Anwar Mhd
(Dosen IAI PD Nganjuk dan Ketua PC ISNU Nganjuk)


Musibah pandemi Covid 19, disamping melahirkan dampak negatif seperti carut marutnya tatanan ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lainnya, juga melahirkannya hal positif baru yang akan menjadi tradisi dan budaya baru.

Pandemi mempercepat proses digitalisasi di era industri baru 4.0. Semua orang mau tidak mau karena kondisi akhirnya menggunakan teknologi sebagai media untuk menyelesaikan kebutuhan dan memenuhi hajad hidup manusia.

Hampir semua pekerjaan tidak sedikit yang dijalankan melalui media digital. Saya secara pribadi sejak satu setengah bulan yang lalu memandu mahasiswa KKN Mandiri melalui media digital. Mulai pembekalan, memandu membuat rancangan program, memantau pelaksanaan program, sampai pada pelaporan akhir. Semua melalui digital, belum pernah bertatap muka dengan peserta KKN Mandiri samai kegiatan selesai.

Sejak hampir satu semester, saya melalukan perkuliahan on line. Mulai koordinasi setiap kelas, pemberia silabus dan RPS, memandu membuat makalah, diskusi, evaluasi, semua menggunakan on line. Bahkan pada saat ujian proposal mahasaiswa akhir, juga melalui media on line.

Kegiatan di luar juga saya lakukan melalui digitalisasi. Mulai rapat koordinasi kegiatan organisasi halal BI halal, bukan saja hanya dilokal tapi juga tingkat regional dan nasional, bahkan sampai rapat-rapat akademik kampus atau Kopertais wilayah IV juga saya lakukan melalui media on line.

Yang tidak kalah serunya, saya bisa mengikuti berbagai seminar mulai yang diselenggarakan oleh kampus-kampus terdekat samperti IAIN, UIN, sampai mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Diktis Jakarta. Semua menggunakan media on line dengan media meeting zoom.

Yang masih berlangsung, karena seminar diselenggarakan selama empat hari, adalah saya mengikuti Webinar (Webb seminar) internasional se Afrika yang diselenggarakan oleh PCI NU Tunisia, Mesir, Maroko, dan Sudan. Juga kajian seminar menulis on line yang disekenggara oleh PCI NU Tunisia. Sungguh hal yang mustahil saya ikuti jika tidak melalui media on line, meeting zoom, yang sebabkan adanya Covid 19.

Sungguh dengan media digital kita bisa melakukan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bisa menjelajah dari kegiatan satu ke kegiatan lain antar wilayah, pulau, negara, bahkan antar benua. Mungkin ini berkah adanya wabah pandemi Covid 19.

Namun hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa kita juga memiliki kebutuhan baru. Apa itu? Adalah kuota internet. Kuota internet adalah menjadi kebutuhan pokok. Kalau dulu tingkatannya kira-kira masih sunah. Hari ini menjadi kebutuhan wajib atau primer. Sehingga mau tidak mau memaksa saya untuk memasang WiFi di rumah. Sehingga kebutuhan pokok bagi orang dalam perkembanganya bukan hanya sandang, pangan, dan papan, tapi bertambah adalah kuota internet (WiFi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *