Diskusi Penanganan Dampak Covid-19 antara PCNU Nganjuk dan Pemkab, Ini Hasilnya

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Bencana Covid-19 yang melanda negeri ini telah mengoyak berbagai sendi kehidupan, baik terhadap kondisi sosial, ekonomi, maupun kebudayaan. Dampak yang perlu diantisipasi adalah dampak ekonomi baik Perdagangan, Pertanian, Perindustrian maupun perbankan.

Diskusi yang diselenggarakan di Kantor PCNU Kabupaten Nganjuk, pada Ahad (19/04/2020) malam tersebut diikuti oleh Lembaga-lembaga, Banom, dan Satgas Covid-19 PCNU Nganjuk dengan Kepala Dinas Sosial, Dinas PMD, Dinas Pertanian dan juga Asisten Bupati.

Gugus Satgas PCNU Nganjuk, diwakili Kang Munier Ketua LPNU Nganjuk, dirinya menyatakan Alasan sekarang semua elemen masyarakat dan pemerintah fokus tangani secara medis.

“Oleh karena itu perlu PCNU Nganjuk berfikir dan berperan dari sisi dampak ekonomi. Sebab, kalau covid-19 ini dalam 4 bulan belum berakir dikawatirkan terjadi kerawanan stok pangan masyarakat, sehingga perlu trobosan baru.”, tandas Kang Munier.

Bupati Nganjuk yang berhalangan hadir diwakili oleh Asistennya, ia menyampaikan kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah cross check ke Bulog terkait ketersediaan Pangan. Hasinya, persediaan beras yang ada di bulog sampai dengan saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan beras selama tiga bulan kedepan.

“kondisi ini juga masih ditopang dengan hasil panen pada tiga bulan terakhir ini, sehingga mampu mengcover sampai dengan sembilan bulan kedepan. Kegiatan selanjutnya yang sudah dilakukan oleh Pemkab adalah melakukan Refokusing atau Re-alokasi Anggaran sebesar 50% dari masing-masing OPD yang ada, semuanya dalam rangka untuk menangani dampak korona.”, kata asisten bupati.

Selanjutnya dari Dinas Sosial menyampaikan hal-hal yang sudah dilakukan adalah menjikn dua RSUD yang bisa dijadikan sebagai tempat rujukan, untuk menangani Pasien Covid-19 yaitu RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono.

“Semoga dengan dua RSUD ini bisa memberikan pelayanan dengan maksimal terkait korona.”, ungkap perwakilan dinsos.

Disamping itu, dalam bidang ekonomi Dinas sosial bersedia untuk kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Bumdesa Bersama (Bumdesma) tingkat kecamatan, terkait penyediaan kebutuhan pangan, dalam hal ini Bumdesma bisa bekerjasama untuk membeli produk pertanian yang dibutuhkan oleh dinas sosial.

“Mekanismenya Bumdesma membeli produk petani, dan memprosesnya. Kemudian dinas sosial ketika akan memberikan bantuan pangan kepada masyarakat bersedia mengambil dari Bumdesma.”, lanjutnya.

Selain itu, dalam bidang sosial Dinas sosial akan menyalurkan Stimulan bantuan baik yang bersumber dari Kementrian sosial, Provinsi maupun Kabupaten.

“Bantuan ini diberikan agar kebutuhan hidup masyarakat tetap terjamin.”, imbuhnya.

Selanjutnya dari Dinas Pertanian menyampaikan bahwa hasil pertanian Kabupaten Nganjuk yang merupakan salah satu pemasok hasil pertanian terbesar di jawa timur. Hanya saja saat ini banyak petani yang begitu memasuki musim panan, banyak yang langsung dijual oleh petani karena memang dalam rangka memenuhi kebituhan petani itu sendiri.

“Oleh karena itu perlu digalakkan kembali adanya lumbung pangan. Teknis pelaksanaannya petani tidak menjual langsung hasil pertaniannya tetapi menyimpan sebagian hasil panenannya. dengan demikian ketersediaan pangan di wilayah Nganjuk akan tetap terjaga.”, tutur perwakilan Disperta.

Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *