Dinilai Rugikan Petani, LPPNU Nganjuk Tolak Impor Beras

 Dinilai Rugikan Petani, LPPNU Nganjuk Tolak Impor Beras

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Saat ini sedang memasuki masa panen raya padi, hal ini membuat harga gabah anjlok. Sementara, petani mendengar kabar pemerintah mau mengimpor satu juta ton beras. Hal ini tentu membuat petani menjerit dan sepakat untuk menolak rencana impor tersebut.

Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdhatul Ulama (LPPNU) Nganjuk, Burhanudin El Arief,  meminta pemerintah agar mengkaji ulang kebijakan impor beras 1 juta ton yang dialokasikan melalui Perum Bulog.

Ia menilai, impor beras merugikan petani karena bisa menyebabkan anjloknya harga jual gabah kering panen (GKP).

“Yang pasti petani lokal yang akan tumbang karena dalam transaksi impor sudah disepakati harga yang saling menguntungkan antara importir kita dan exportir negara produksi, dan harga yang dipatok tanpa mempertimbangkan harga dari petani kita,” ungkapnya

Karena itu, lanjutnya, LPPNU Nganjuk bersama LPPNU se-Jawa Timur menolak impor beras dan mendesak agar pemerintah tidak melakukan sandiwara pada persoalan ini.

“Pemerintah tidak boleh hanya mendengarkan suara importir dan mengabaikan jeritan petani,” ujarnya kepada NU Online Nganjuk, Ahad (14/3).

Senada dengan hal itu, saat rapat koordinasi secara daring bersama seluruh Pengurus Cabang LPPNU se Jatim, Pengurus LPPNU Nganjuk Mariadi Nur Amali mengurai, jika saat ini harga gabah anjlok sebesar Rp.3.500 – Rp3.600. Itu jauh dari arga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp4.200.

“Hari ini harga gabah hancur gara-gara kebijakan rencana impor beras, di Nganjuk harga saat ini Rp3.500 – Rp3.600.” pungkasnya.

Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post