Cetak Pegiat Media, PMII Nganjuk Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kertosono | nunganjuk.or.id – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Cabang Nganjuk, Mengadakan Pelatihan Media Online dan Jurnalistik, Sabtu (26/9/2020) di Lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul ‘Ula, Kertosono.

Acara diikuti 50 peserta dari beberapa kader PMII yang berasal dari STAI Miftahul Ula, IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk dan Siswa MA Ngronggot dengan menghadirkan 3 pemateri yang juga sekaligus Alumni PMII.

Adapun materi yang di sampaikan di antaranya meliputi pemahaman tentang media, jurnalisik dan peran media dalam percaturan era modern.

Setelah suguhan kopi dan gorengan disajikan, Pemateri Kang Huri memulai pemaparannya. Secara spesifik ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini akan keluar dari forum pelatihan dalam keadaan ‘bisa menulis berita dan paham akan strategi branding melalui media’.

“Melihat semangat dan banyaknya kader yang memiliki minat menulis, saya yakin sahabat-sahabat mampu dalam mengembangkan skill menulis,” harapnya.

Ia menambahkan, bahwa kegiatan pelatihan jurnalistik ini dapat membantu kader – kader untuk menambah wawasan dan nuansa keilmuan terhadap Jurnalistik.

“Sebagaimana menyalurkan aspirasi melalui tulisan – tulisan dan advokasi untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama,” ungkap salah satu Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk ini.

Sementara itu, Pemateri Romza memulai dengan pengantar mengenai bagaimana mempelajari jurnalistik yang menyangkut kognitif (pengetahuan), afektif (kedasaran etik), dan skill atau ketrampilan.

“Ketrampilan ini menyangkut bagaimana mencari, mengolah dan menyebarkan informasi,” ujar Wartawan TV One ini.

Selain itu, dia juga pemateri menjelaskan secara singkat sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia sudah berkembang jauh pada masa sebelum kemerdekaan.

“Meksipun di zaman itu masih didominasi media cetak, belum ada media online seperti sekarang ini,” jelasnya.

Setelah sesi penyampaian materi, peserta terlibat aktif dalam tanya jawab dan diskusi. Sedangkan pada bagian akhir, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk latihan menulis berita pendek terkait kegiatan pelatihan tersebut.

“Untuk pelatihan yang singkat ini, hasil penulisan berita sudah baik. Tidak terlalu repot mengeditnya,” kata Romza saat mengevaluasi berita-berita yang dibuat para peserta.*

Kontributor: Yasmi
Editor: Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *