Cegah Radikalisme, Pelajar NU Nganjuk Digembleng Aswaja Camp

Ratusan pelajar dari dari 24 lembaga pendidikan tingkat MA, SMA dan SMK se-Kabupaten Nganjuk antusias mengikuti salah satu rangkaian Aswaja Camp IV. Acara ini digelar di Lapangan Mabung, Kecamatan Baron, Nganjuk Sabtu-Ahad (14-15/9/2019)

Aswaja Camp merupakan acara penanaman ajaran dan doktrin keaswajaan yang dikemas dalam bentuk perkemahan, sehingga disukai para pelajar.

Acara yang dibuka oleh Ketua Aswaja NU Center, Ustadz Ma’ruf Khozin ini menambah kobaran semangat peserta dari berbagai daerah yang hadir tersebut.

Wakil Ketua Aswaja NU Center Kabupaten Nganjuk, Wahyu Irvana mengungkapkan tujuan dilaksanakan acara ini adalah salah satunya untuk menangkal paham radikalisme dikalangan pemuda sejak dini.

“Ada beberapa poin tujuan dilaksanakan acara ini yang pertama adalah sebagai sarana mengenalkan dan memperdalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah di kalangan pelajar. Kedua, untuk mengenalkan bahaya radikalisme dan intoleransi sejak dini, sehingga pencegahan doktrin-doktrin radikalisme dan intoleransi dapat dimulai sejak dari usia pelajar. Ketiga, guna mempererat tali persaudaraan antar pelajar dari berbagai latar belakang. Keempat, menanamkan cinta tanah air dan patriotisme di kalangan pelajar. Kelima, menanamkan ideologi Aswaja dengan sistem praktik langsung dan berbagai agenda yang dikemas menarik. Keenam, untuk mencetak kader-kader unggulan Aswaja di tingkat pelajar yang nantinya diharapkan menjadi pioneer di lembaga pendidikan masing-masing untuk mensyiarkan ajaran Aswaja NU dan ajakan kontra-radikalisme dan intoleransi.” Tegasnya saat ditemui dilokasi Aswaja Camp IV.

Selain itu, pria yang juga menjadi Dewan Penasehat Aswaja Camp IV ini menjelaskan upaya penanaman doktrin kemaslhatan perlu dilakukan sejak dini agar nantinya para peserta Aswaja camp IV khususnya memeiliki prinsisp yang mapan.

“Upaya pencegahan mudhorot dan penanaman doktrin kemaslahatan perlu dilakukan sedini mungkin, karena ketika manusia sudah dalam fase dewasa, maka dia sudah memiliki pandangan dan prinsip yang mapan, nah betapa berbahayanya jika ternyata prinsip yang dianut adalah konsep jihad yang salah dan intoleransi.” Imbuhnya.

Untuk diketahui, tercatat ada puluhan tokoh NU, Komunitas dan Organisasi yang hadir antara lain, Eko Cahyono (Sekretaris LP Maarif NU Nganjuk), Kiai Jamaludin Dasuki (PCNU Nganjuk), Ketua Aswaja NU Center PCNU Nganjuk beserta jajaran, Ketua LAZISNU Nganjuk beserta jajaran, Ketua LP Maarif NU Nganjuk beserta jajaran,Ketua LDNU Nganjuk beserta jajaran, Ketua LPBI NU Nganjuk beserta jajaran, Ketua Dewan Penasihat FKPP Brajamusti beserta jajaran, Kepala Desa Mabung, Pengurus MWCNU Baron beseta banom-banomnya, FORPIMCAM Baron berserta jajaran, dan Pengurus Kwartir Pramuka Baron beserta jajaran.

(Red/Hafid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *