Cegah Banjir, LPBI NU Rejoso Tanam Pohon Pule Sepanjang 1,5 Km

 Cegah Banjir, LPBI NU Rejoso Tanam Pohon Pule Sepanjang 1,5 Km

Rejoso | nunganjuk.or.id – Saat memasuki musim penghujan, banyak yang menyadari fungsi pepohonan sebagai penahan aliran air. Kesadaran itu harus terus dipupuk hingga menjadi sebuah budaya tidak kenal musim.

“Saat ini kita memasuki musim penghujan, butuh banyak pohon untuk penahan, dan membantu resapan air,” kata Ketua Kepala Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kecamatan Rejoso, Agung Iswandoyo, Sabtu (26/12/2020).

Agung menegaskan, bulan ini (Desember) sangat baik untuk menanam pepohonan. Karena itu ia mengajak perangkat Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso bahu membahu melaksanakan program ini.

“Kami menanam pohon ‘pule’ sepanjang 1,5 kilometer dari Dusun Tinampuh sampai Dusun Puhkerep,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Puhkerep Sumarno, Rejoso sendiri telah menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka mendukung Gerakan Tanam Pohon Pule.

“Gerakan menghijaukan dan meneduhkan harus terus kita gencarkan. Karena ini juga akan menjadi kebaikan pada anak cucu kita nanti,” tuturnya saat membuka acara.

Kegiatan menanam pohon diikuti Warga, bersama LPBI NU Kecamatan Rejoso. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Puhkerep Sumarno, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rejoso Watijo, Babinsa, Banser dan adik-adik Pagar Nusa.

Terpisah, Pengurus MWC NU Rejoso Watijo, menegaskan pentingnya menanam pohon. Menurutnya, dengan menanam pohon tidak cuma sebagai peneduh dari terik matahari, rimbunnya pohon pule juga dipercaya memiliki segudang manfaat.

“Semoga dengan kegiatan ini silaturrahim dengan pemerintah desa dapat terjalin dengan baik,” harapnya.

Selain sebagai penghijauan, pohon pule dipercaya sebagai tanaman obat herbal untuk menurunkan demam. Kayunya kalau sudah besar harganya juga mahal.

Kontributor: Faiz Baidlowie
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post