CEO Bluesky Mengundurkan Diri Setelah Hampir 5 Tahun Menjabat

Setelah hampir lima tahun memimpin Bluesky, CEO Jay Graber memutuskan untuk melepaskan jabatannya. Sebagai penggantinya, Toni Schneider, yang sebelumnya telah menjadi penasihat dan investor untuk Bluesky, akan mengemban tugas sebagai CEO sementara. Sementara Graber, tidak sepenuhnya meninggalkan Bluesky, ia akan tetap berkontribusi dalam kapasitasnya sebagai Chief Innovation Officer.
“Dengan Bluesky yang terus berkembang, perusahaan membutuhkan operator berpengalaman yang fokus pada ekspansi dan eksekusi. Sementara saya, akan kembali ke spesialisasi saya: menciptakan hal baru,” kata Graber dalam postingan blognya. Schneider, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO di Automattic, perusahaan induk WordPress, akan menjadi “operator dan pemimpin berpengalaman” tersebut, sementara dewan direksi Bluesky mencari CEO permanen, tambahnya.
Sejarah Graber dengan Bluesky dimulai sejak awal berdirinya sebagai proyek sampingan di Twitter milik Jack Dorsey. Graber resmi diangkat sebagai CEO Bluesky pada 2021 ketika Bluesky memisahkan diri dan menjadi perusahaan independen (asosiasi resminya dengan Twitter berakhir pada 2022 dan Dorsey memutuskan hubungan dengan Bluesky pada 2024). Selama masa jabatannya, Graber membawa Bluesky melalui peluncuran dan sukses viral awal, bertransformasi dari platform undangan-only menjadi layanan dengan 43 juta pengguna seperti sekarang ini. Selama itu juga, Graber dikenal sebagai pendukung media sosial desentralisasi dan sering mengolok-olok pilihan kaos Mark Zuckerberg.
Hampir tiga tahun sejak peluncuran publiknya, Bluesky telah menciptakan ceruk kecil namun berpengaruh di lanskap sosial media pasca-Twitter. Ukuran platform kurang dari sepertiga dari Threads, pesaing Meta, yang juga telah meniru beberapa fitur unggulan Bluesky. Bluesky belum mengimplementasikan fitur monetisasi yang berarti, meski telah memberi petunjuk tentang layanan berlangganan premium di masa lalu.
Dalam perannya sebagai Chief Innovation Officer, diperkirakan Graber masih akan menjadi suara berpengaruh di perusahaan ini. Seperti yang diungkapkan oleh Wired, dia masih memiliki kursi di dewan direksi Bluesky sehingga dia akan memiliki suara dalam menentukan siapa yang akan mengisi posisi tersebut secara permanen. Sampai saat itu, Schneider, yang juga merupakan partner di firma VC Tre Ventures, akan memimpin perusahaan. “Saya sangat percaya pada apa yang telah dibangun tim ini dan web sosial terbuka yang mereka perjuangkan,” tulisnya dalam sebuah postingan di Bluesky.
➡️ Baca Juga: Elkan Baggott Kembali, Timnas Indonesia Rekrut 41 Pemain untuk Seri FIFA 2026
➡️ Baca Juga: Berita Duka: Vidi Aldiano Meninggal, Gading Marten dan Sherina Munaf Ungkapkan Rasa Sayangnya