Cara Pemdes Garu Cegah Covid-19, Tularkan Budaya Hidup Sehat lebih Cepat dari pada Penularan Corona

Baron 27 Maret 2020

Kegiatan pencegahan Covid-19 Gelombang II Pemerintah Desa Garu berjalan menjadi dua sesi, yaitu pada kamis (26/03) malam dan Jumat (27/03) pagi. Pemerintah Desa garu mengumpulkan seluruh lapisan masyarakat, meliputi RT dan RW, perangkat desa, BPD, LPM, karang taruna, tokoh masyarakat, serta takmir masjid. Sebelumnya pada Gelombang 1, Forpimdes Garu telah melakukan sosialisasi pencegahan Pandemi Covid19, pada Senin (23/03) lalu, dengan berkeliling menggunakan kendaraan.

Kegiatan pencegahan ini, bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, agar memiliki kesadaran dan kepedulian bersama dalam menghadapi pandemi ini.

Pelaksanaan kegiatan gelombang 2, secara teknis terbagi menjadi dua sesi, pertama pada Kamis (26/03) malam dengan melakukan sosialisasi tahap dua. Hadir langsung Kepala Desa Garu Drs. Imam Syafiii, dan putra daerah Desa Garu Moch. Masyhuri yang kini menjadi anggota komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan tersebut, Pak Kades mengajak masyarakat bersama-sama sukseskan pencegahan covid-19, dan meminta ketua RT dan RW untuk mendata penduduk, khususnya yang baru saja hilir mudik datang dari luar kota.

“Pak RT dan PW mohon melakukan pendataan penduduk yang baru saja mudik, terutama dari daerah zona merah. Sebagai bentuk tindakan antisipatif mencegah penularan covid-19,”, jelas Drs. Imam Syafii Kepala Desa Garu.

Menyambung sosialisasi dari Kades Garu, Moch. Masyhuri juga turut mensosialisasikan keputusan-keputusan yang telah dikeluarkan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Serta dirinya menghimbau agar seluruh masyarakat mengikuti arahan tersebut, dengan tetap optimis, masyarakat Desa Garu dapat selamat melewati ujian wabah Covid-19, tanpa merasa takut namun tetap wasapada.

“jangan takut namun tetap waspada kita semua dapat selamat melewati wabah ini,”, kata Kang Huri sapaan akrabnya.

Kegiatan lapangan, selanjutnya dieksekusi pada Jum’at (27/03) pagi. Tindakan konkrit yang diambil berupa sosialisasi cara penyemprotan disinfektan, dan pembagian timba air di fasilitas umum. Selain menjadi langkah konkrit, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menstimulasi pola pikir masyarakat, agar sadar terhadap budaya hidup bersih minimal cuci tangan dengan sabun.

Tenaga medis dari bidan Puskesmas Garu, juga turut memberikan pengetahuan kepada warga, tentang cara cuci tangan, dan pembuatan cairan disinfektan secara mandiri. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat dapat membuat sendiri dan melakukan penyemprotan pada wilayah masing-masing. Sementara itu, masyakarat juga dihimbau untuk menjaga kesehatan, dan meningkatkan imun tubuh, dengan konsumsi bahan herbal seperti jahe, daun kelor, jus jambu, serta menjaga jarak pergaulan sosial (social distancing).

Setelah masyarakat menerima sosialisasi, Pemerintah Desa Garu melakukan pembagian Hand Sanitizer, dan bersama-sama masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan, khususnya di ruang publik seperti mushola, masjid, dan tempat yang kerap dikunjungi masyarakat.

“Pertama kita harus memiliki informasi yang cukup terkait pencegahan virus Corona, dan paling penting kesadaran untuk hidup bersih ini harus kita tularkan lebih cepat dari penularan virus tersebut, agar tidak sampai menginfeksi diri kita dan orang sekitar.”, pungkas Drs. Imam Syafii Kepala Desa Garu.(tuh)

Kontributor: Toyyib Jiddan Faqod
Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *