Di tengah dampak buruk yang ditimbulkan oleh banjir bandang di Aceh, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat proses pemulihan. Penekanan utama diberikan pada pemulihan infrastruktur jalan yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Langkah Cepat BNPP dalam Mengevaluasi Dampak Banjir Bandang di Aceh
Untuk memahami secara menyeluruh kondisi pascabencana, Sekretaris BNPP, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 7 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung dampak banjir bandang serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pemulihan infrastruktur dasar.
Peninjauan ini merupakan bagian dari usaha BNPP dalam memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif di daerah yang terdampak. Kunjungan ini juga merupakan arahan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP.
Prioritas BNPP dalam Pemulihan Pascabencana
Pemulihan infrastruktur, khususnya akses jalan umum yang masih tertutup material lumpur dan pasir, menjadi fokus utama BNPP. Kondisi ini sangat menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga, sehingga perlu menjadi prioritas dalam tahap percepatan pemulihan pascabencana.
BNPP berencana segera mengirimkan bantuan berupa alat berat seperti ekskavator dan dump truck untuk membantu proses pembersihan material lumpur dan pasir. Fokus pengerjaan akan diberikan pada Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang.
Peninjauan Lokasi yang Terdampak oleh Tim BNPP
BNPP membagi timnya untuk meninjau beberapa kabupaten yang terdampak banjir bandang. Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Dr. Nurdin, ditugaskan untuk meninjau Kabupaten Bireuen. Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP, Amrullah M. Ridha, ditugaskan untuk meninjau Kabupaten Aceh Tamiang.
Dr. Nurdin menekankan pentingnya pembersihan material sisa banjir untuk mempermudah akses jalan masyarakat. Ia bersama tim BNPP akan memfokuskan pekerjaan pada pembersihan gundukan tanah di sekitar jalan utama agar akses masyarakat kembali normal.
Harapan Masyarakat Terdampak
Masyarakat setempat berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembersihan jalan utama yang menjadi penghubung antarkecamatan. Delapan desa di Kabupaten Bireuen, termasuk Desa Kubu, Teupin Raya, Lueng Daneun, Pante Baro Kumbang, dan Pante Baro Keupanyang, adalah beberapa desa yang terdampak cukup parah.
Presensi langsung tim BNPP di wilayah yang terdampak menjadi wujud nyata peran negara dalam memastikan pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. BNPP berkomitmen mendukung pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat pascabencana, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah secara berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Kegagalan .Feast dan Ali Tampil di LANDFEST 2026 Akibat Administrasi Promotor Belum Tuntas
➡️ Baca Juga: Nadiem Makarim Bicara Kolaborasi Pendidikan dalam Pertemuan dengan CEO Microsoft di Sidang Korupsi Chromebook
