Jakarta – Kawasan Blok M di Jakarta Selatan kini semakin menarik perhatian Kementerian Pariwisata. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya minat wisatawan asing yang menjadikan Blok M sebagai salah satu tempat favorit untuk dijelajahi saat berada di Ibu Kota.
Popularitas Blok M di Kalangan Wisatawan Asing
Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa Blok M tidak hanya dikenal di kalangan generasi Z dan milenial, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. Dalam konferensi pers bertajuk Wonderful Indonesia Gastronomy, Made menyampaikan bahwa kawasan ini telah menjadi destinasi kuliner yang diminati banyak orang.
Blok M kini menjadi tempat yang populer bagi wisatawan asing yang ingin menikmati berbagai pilihan hidangan terkini. Dari makanan penutup yang memiliki tampilan menarik hingga camilan tradisional yang telah diolah dengan cara modern, kawasan ini menawarkan banyak hal untuk dicoba.
Kelezatan Kuliner yang Menjadi Daya Tarik Utama
Dengan berbagai pilihan gastronomi yang ditawarkan, Blok M berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu destinasi kuliner teratas di Jakarta. Banyak pengunjung yang datang untuk merasakan langsung berbagai tren kuliner yang sedang naik daun di kawasan ini.
- Hidangan kekinian yang menarik perhatian
- Camilan tradisional dengan sentuhan modern
- Beragam pilihan makanan penutup yang menggugah selera
- Suasana yang ramah bagi wisatawan
- Aksesibilitas yang mudah bagi pengunjung
Data Pendukung dari BPS
Made juga mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa 58,34% wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025 akan terlibat dalam aktivitas wisata kuliner. Wisatawan asal Malaysia merupakan salah satu kelompok yang paling aktif dalam mengunjungi Blok M.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak orang, termasuk dari negara tetangga seperti Malaysia, kini semakin terpapar oleh tren kuliner yang berkembang di Indonesia. Hal ini berkat algoritma media sosial yang mempromosikan pengalaman kuliner di Bali dan Jakarta,” kata Made.
Industri Kuliner yang Berkembang Pesat
Menurut Made, fenomena tersebut merupakan sinyal positif bagi industri kuliner di Indonesia. Meningkatnya minat wisatawan asing dapat memperkuat perekonomian negara sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan ke tempat-tempat wisata di dalam negeri.
“Ini membuktikan bahwa gastronomi memiliki daya tarik yang tinggi dan merupakan bagian integral dari pengalaman perjalanan para wisatawan,” tambahnya.
Jakarta sebagai Hub Gastronomi
Pihak Kementerian Pariwisata juga berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai pusat gastronomi yang terhubung dengan destinasi kuliner lainnya di Indonesia. Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Hafiz Agung Rifai, menyatakan bahwa Jakarta akan menjadi hub yang menghubungkan berbagai daerah dengan kekayaan kulinernya, seperti Yogyakarta, Solo, dan Bali.
“Kami ingin mengembangkan Jakarta sebagai pusat gastronomi yang terintegrasi dengan destinasi kuliner di kawasan lainnya. Ini akan memudahkan wisatawan untuk menikmati berbagai pengalaman kuliner dalam satu jalur wisata,” ungkap Hafiz.
Harapan untuk Masa Depan Gastronomi
Hafiz menambahkan, dalam jangka panjang, sektor gastronomi diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama yang mendukung pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Dengan adanya pendekatan ini, makanan tidak hanya akan menjadi pelengkap perjalanan, tetapi juga bisa menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk memilih Indonesia sebagai tujuan wisata mereka.
“Harapan kami adalah agar gastronomi menjadi daya tarik yang kuat, sehingga lebih banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keunikan kuliner Indonesia,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: HP dan Gadget Terbaru dengan Desain Ringan dan Elegan yang Memukau Pengguna
➡️ Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Program PEKA untuk Kembalikan Pemberdayaan Penerima Manfaat di Indonesia
