Bangga Menjadi Bagian Nahdliyin

Penulis : Moch. Masyhuri (Direktur NU Online Nganjuk)

Alhamdulillah Tuhan mengizinkan saya menjadi bagian dari NU Online Nganjuk, walau baru berusia 1 tahun saya senang dan bangga dengan segenap tim NU Online Nganjuk yang semangat bergerak, dalam menuliskan peristiwa dan asa Nadhliyin.

Dalam perjalanan 1 tahun di NU Online Nganjuk ini ada hal yang membuat saya haru, dan semakin bersyukur menjadi bagian dari Nadhlatul Ulama, dalam 1 tahun perjalanan NU online ini terekam beberapa giat kemanusian yang luar biasa menurut saya. NU saya lihat dari beberapa berita yang masuk di redaksi NU Online Nganjuk, selalu hadir tiap peristiwa kemanusiaan di bumi pertiwi ini.

Lepas dari berbagai kegiatan rutin seperti santunan yatim, dluafa’, peduli madrasah, peduli pengembangan usaha mikro yang banyak dilakukan nadhliyin melalui Lazisnu dan gerakan koin NU Peduli. Hampir tiap moment ada peristiwa bencana, Nadhliyin selalu hadir dalam penggalangan dana kepedulian, semacam longsor Ngetos, tsunami Lombok, dll.

Dari sekian peristiwa yang akhir-akhir ini membuat saya sangat terharu adalah situasi disaat terjadi bencana wabah covid 19. Saya cermati dari berita yang masuk ke redaksi sudah hampir 1,5 bulan ini selalu dipenuhi gerakan peduli covid 19, mulai dari penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer, pembagian masker, pembagian jamu, pembagian APD untuk tenaga medis, doa bersama online untuk keselamatan bangsa, pembagian sembako serta lainnya.

Di rentan waktu 1,5 bulan terakhir ini saya cermati minimal ada 3 berita setiap hari, dari situ yang paling terkesan di hati saya, pertama; seolah tidak ada habisnya energi dan finansial yang dikeluarkan Nahdliyin untuk giat kemanusiaan ini, kedua; saya cermati giat kepedulian NU serasa beberapa langkah lebih cepat dari pemerintah.

Disaat pemerintah belum ada bantuan cairan disinfektan, Nahdliyin sudah banyak melakukan giat penyemprotan di lingkungan masing masing. Saat pemerintah mengalami kekurangan APD tuk tenaga medis, Nadhiyin hadir membantu. Saat pemerintah belum meluncurkan program penanganan dampak covid 19, Nadhiyin sudah berbagi sembako, entah berapa juta tenaga dan finansial yang dikeluarkan, semua terasa ringan dan ikhlas demi misi kemanusiaan.

Mencermati berbagai peristiwa yg masuk di redaksi NU Online Nganjuk, rasanya bangga menjadi bagian dari Nahdliyin dan berharap semoga bisa istiqomah nderek nderek ndandani awak di rumah besar Nahdlatul Ulama.

Mungkin itu yang dimaksud KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahwa puncak keberagamaan seseroang adalah kemanusiaan.

nunganjuk.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *