Balas Dendam Berfaedah, Libur Kerja Kerahkan Pegawai Hajar Corona Setiap Hari

Nganjuk, 26 Maret 2020

Wawancara dengan M. Fikri Mahmudi, Pengusaha muda asal Nganjuk

Dampak Corona tidak hanya menyerang sisi medis, namun dari segi ekonomi juga terdampak besar. Sejak Senin (23/03) tiga hari lalu, M. Fikri Mahmudi Pengusaha muda asal Nganjuk menutup usahanya dan mengerahkan pegawainya, untuk terjun lakukan sterilisasi di berbagai tempat di Kecamatan Nganjuk setiap hari.

Fikri menjelaskan alasan mengadakan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan wawasan kepada masyarakat, tentang pentingnya menjaga lingkungan, dan mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pencegahan mewabahnya virus Corona.

“Sebab terpenting adalah kesadaran bersama, tidak cukup jika mengandalkan petugas,”, jelas Fikri pada Redaksi NU Online Nganjuk.

Lanjut pemuda pemilik usaha Cafe Samcir Reborn ini memaparkan, kegiatan ini sekaligus partisipasi membantu pemerintah, dan dinas terkait.

Sementara itu, tentang pengerahan karyawan adalah untuk mengisi kegiatan saat cafe sedang libur sementara.

“Mumpung libur, kita manfaatkan untuk memberi wawasan kepada karyawan, tentang pentingnya berbagi dalam bentuk bakti sosial.”, jelasnya.

Bakti sosial karyawan Samcir Reborn dilakukan dengan cara penyemprotan cairan desinfektan dan alkohol.

Dengan bahan dan takaran cairan sebagai berikut:

  1. 20ml/1tutup botol wipl / prstex / H2O2 /cairan disinfektan
  2. 20ml/1tutup b*clean / cairan pemutih baju
  3. 40ml/2 tutup s*klin lantai / pengharum lantai
  4. 1L air bersih

Teknis pelaksanaan penyemprotan fokus di tempat umum yang kerap diakses banyak orang, seperti warung kopi, cafe, tempat ibadah, klinik dan ruang publik lainnya.

Penyemprotan menggunakan 2 alat sprayer. Alat Sprayer pertama berisikan desinfektan untuk digunakan pada lantai , kayu , dan tembok (selain besi).

Sementara penggunaan alat sprayer kedua berisikan alkohol 70% untuk barang-barang berbahan dasar Besi.

Secara teknis kegiatan ini menjadi baksos rutin setiap hari, dengan pembagian menjadi 2 shift pagi dan malam, seperti pembagian shift kerja pada Cafe Samcir Reborn.

“Baksos untuk mengisi kekosongan pekerjaan, pada saat ini cafe masih libur sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Untuk pagi – sore kami mengajak 4 orang karyawan”, kata Fikri lanjutkan penjelasannya.

“Untuk sore – malam kami mengajak 6 orang karyawan, dengan tugas dan SOP yang sama dengan shift pagi. Setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WIB dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh petugas,”, tandas Fikri.

Tips Hadapi Corona ala M. Fikri Mahmudi

Tingkat kesadaran masyarakat akan virus COVID-19 perlu ditingkatkan, terutama sebab langkanya APD khususnya masker dan hand sanitizer.

“Dengan mengisolasi diri di rumah untuk sementara waktu, hidup sehat, makan dengan makanan bergizi, konsumsi vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh, sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun itu menurut saya sudah cukup menjaga diri kita dari virus tersebut.”,

“Jadi, kita tidak perlu harus memakai Hand Sanitizer dan Masker yang sekarang sangat langka.”,

“Semoga saja musibah ini segera berlalu dan kita dapat melaksanakan ibadah puasa serta berkumpul dengan keluarga di saat Hari Raya Idul Fitri nanti.”, kata Fikri.

Ia juga berpesan dengan adanya kegiatan ini .

“kami berharap masyarakat khususnya pemuda karang taruna setempat, dapat meniru dan menjadikan penyemprotan cairan desinfektan ini agenda mingguan, bahkan bisa 3 hari sekali.”,

“Kegiatan seperti ini dapat meminimalisir jatuhnya korban, dan mengurangi efek domino yang ditimbulkan oleh virus COVID-19.”,

“Virus ini dapat dipastikan berpengaruh besar, khususnya perekonomian di Kabupaten Nganjuk akan mengalami penurunan, harga barang melonjak tinggi, permintaan barang dan jasa menurun dan efek domino lainnya. Tapi kita harus optimis untuk bangkit.”,

“Memiliki tubuh yang sehat adalah kenikmatan yang luar biasa dari Allah SWT. Jadi, kedepan masyarakat dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dikarenakan virus bisa datang kapan saja jika kita tidak sadar akan kebersihan lingkungan.”, pungkas M. Fikri Mahmudi.(tuh)

Redaktur/ Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *