Aktifis Muda NU Wilangan Dirikan Warung Kopi Khas NU

Wilangan – Buah kreatifitas Aktifis Muda Nahdlatul Ulama’ (NU) Kabupaten Nganjuk, salah satunya adalah Warung Kopi dengan nama Warkop Lintang Songo.

Warkop tersebut berara di Desa Ngudikan Rt. 02 Rw. 01 Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk, sekitar 3 kilo meter dari Polsek Wilangan.

Warkop Lintang Songo didirikan sejak sebulan terakhir, warkop lintang songo telah di buka oleh pemiliknya oleh seorang Kader NU di Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk yakni Imam Samsul Arifin, yang pada saat ini dia sedang menjabat sebagai bendahara PAC GP Ansor Wilangan.

Dari namanya sudah bisa ditebak bahwa, warung kopi tersebut mempunyai ciri khas NU. Berdasarkan penjelasan kang imam selaku pemilik warkop lintang songo, Lintang Songo berasal dari kata Bintang Sembilan yang merupakan lambang dari salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama. Lintang Songo dalam hal tersebut melambangkan Wali Sembilan yang merupakan pendiri Islam di pulau Jawa, istilah lain yang membabat tanah Jawa.

Lanjut kang Imam warkop lintang songo terinspirasi dari visi misi organisasi NU yaitu, mewujudkan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, kesejahteraan, keadilan dan kemandirian khususnya warga NU serta terciptanya rahmat bagi semesta dalam wadah Negara Republik Indonesia yang Berazazkan Pancasila. Tentunya spirit yang sejalan dengan si’ar ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyah.

Oleh karena itu, dari sisi makna Lintang Songo menggambarkan adanya harapan barokah dari para kyai dan sesepuh Nahdlatul Ulama.

“Dengan Warung Kopi yang saya beri nama Lintang Songo ini, saya berharap bisa mendapat barokah dan ridho dari para kyai-kyai sesepuh NU, sehingga usaha saya ini bisa terus berjalan dengan lancar dan barokah,” ungkap Imam, Jum’at (10/10).

Warkop Lintang Songo bukan sekadar Warkop biasa, selain melayani pelanggan dengan penyajian kopi dan berbagai macam minuman makanan, di situ juga digelar kegiatan Ngaji Al Quran bareng setiap hari senin sampai Kamis (untuk anak-anak) dan budaya belajar bareng pelajaran umum semua kalangan pelajar dari SD SMP dan SMA. Perlu diketahui, Warkop Lintang Songo sendiri juga kerap digunakan untuk diskusi dan kajian rutin Pengurus Ranting IPNU IPPNU Ngudikan.

“Setiap hari senin sampai kamis kita adakan Ngaji Al Quran bareng tapi kusus untuk kalangan anak-anak, dan setiap sebulan sekali kita adakan diskusi bersama PR Ipnu Ippnu Ngudikan di warkop Lintang Songo ini,” tambah imam.

Bukan hanya dari sisi kegiatan, dari sisi pelayanan hingga penataan ruangan, Warkop Lintang songo memang menggambarkan karakter usaha yang di baliknya ada sentuhan halus tangan-tangan santri, yang merupakan ciri khas Nahdlatul Ulama’.

Begitu pengujung memasuki ruangan yang didominasi warna hijau itu, tulisan kaligrafi tampak menghiasi di beberapa sudut dinding. Selain itu, juga banyak foto terpampang yang akan memanjakan mata foto tersebut terdiri dari foto para kyai pendiri dan sesepuh Nahdlatul ulama’.

Kendati demikian, Warkop Lintang Songo terbuka untuk siapapun dan dari manapun. Warkop tersebut dikelola secara profesional dengan manajemen modern. Pelayanan warkop lintang songo menonjolkan kesantunan dan keramahan, sehingga memanjakan konsumen dengan pilihan menu yang beraneka ragam, fasilitas wifi yang anti lemot, dan juga full Musik. Semua fasilitas tersebut bertujuan agar pengunjung betah berlama-lama di Warung Kopi Lintang Songo, sehingga menghasilkan diskusi dan kajian yang produktif.(im)

Penulis : Imam Samsul Arifin (Bendahara PAC GP Ansor Wilangan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *