Aksi Majelis Taklim se-Kertosono Berikan Layanan Psikososial Kepada Anak-anak Korban Musibah di Nganjuk

 Aksi Majelis Taklim se-Kertosono Berikan Layanan Psikososial Kepada Anak-anak Korban Musibah di Nganjuk

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Gabungan Mejelis Taklim se-Kecamatan Kertosono melakukan trauma healing atau layanan psikososial kepada anak-anak di dua lokasi yakni Balai Desa Sendangbumen, Kecamatan Sawahan, dan TPQ Al-Hikmah Desa Bulu, Kecamatan Berbek pada Ahad, (3/3/2021) lalu.

Salah satu fasilitator lapangan, Juwariyah mengungkapkan Desa Sendangbumen dan Desa Bulu merupakan daerah yang juga terdampak musibah banjir dan tanah longsor.

“Agar anak- anak korban bencana lebih bahagia, berkurang tingkat kecemasan anak terhadap peristiwa traumatik, serta sebagai tempat curhat anak – anak dalam mengekspresikan emosinya dan meningkatkan dukungan sosial pada korban bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak dan kaum ibu termasuk golongan yang sangat merasakan dampak dari kebencanaan sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus dukungan psikososial.

Juwariyah menambahkan, bersama LPBI NU Nganjuk Mejelis Taklim se-Kecamatan Kertosono ini bertugas untuk membantu menyukseskan kebijakan Nahdlatul Ulama termasuk dalam menangani dampak musibah. Layanan dukungan Psikososial menjadi pilihan Mejelis Taklim se-Kecamatan Kertosono dalam menjalankan tugas kerelawanan di masa transisi darurat ke pemulihan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Nganjuk.

“Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, layanan dukungan psikososial , Mejelis Taklim se-Kecamatan KertosonoNganjuk menyasar total 155 anak dan 20 orang ibu,” terangnya.

Kegiatan diawali dengan senam irama bersama bersama oleh instruktur dari Pondok pesantren Al Ainy Kertosono dilanjutkan sesi curhat emosional anak- anak korban banjir kepada tim trauma healing. Melalui hal ini, Juwariyah berharap anak-anak tidak kehilangan masa-masa indahnya walaupun ada di tenda pengungsian.

“Sebelum berpamitan, kami menyerahkan kompor dan peralatan masak pada warga yang rumahnya roboh akibat banjir kemarin. Selain itu juga ada100 paket sembako yang terdiri atas panci, beras, minyak, gula, dan mie instan,” tutupnya.

Sementara itu, Guru TPQ Al-Hikmah Ustadz Ulin Nuha, mengaku bahagia atas kepedulian Mejelis Taklim se-Kecamatan Kertosonoini. Ia meyakini bahwa kegiatan ini sangat membantu memulihkan kondisi psikologi anak.

“Alhamdulillah, anak- anak gembira menerima hadiah- hadiah yang diberikan oleh tim. Acara ini sangat luar biasa dan semoga masih ada kegiatan lanjutan setelah trauma healing yang dilaksanakan kali ini,” pungkasnya.

Pewarta: Ari Khozin

Digiqole ad

admin

Related post