BPBD Parimo Salurkan 32 Ribu Liter Air untuk Atasi Kekeringan di Wilayah Terdampak

Dalam menghadapi tantangan kekeringan yang melanda sejumlah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, yang terletak di Sulawesi Tengah, mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan sekitar 32 ribu liter air bersih. Upaya ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak oleh kondisi kekeringan yang berkepanjangan.
Langkah Proaktif BPBD Parimo
Hingga saat ini, fenomena kekeringan masih berlangsung di beberapa wilayah, dan BPBD Parigi Moutong terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Moh Rivai, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, menyatakan bahwa mereka berupaya untuk tetap konsisten dalam memberikan suplai air kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami memahami betul situasi yang dihadapi masyarakat saat ini dan berusaha sebaik mungkin untuk membantu,” ujarnya saat dihubungi dari Palu.
Distribusi Air Bersih
Distribusi air bersih ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan. Tiga desa yang menjadi fokus penyaluran adalah Desa Tomini, Desa Gunung Sari, dan Desa Lambunu. Masing-masing desa menerima volume air yang berbeda, dengan total 12 ribu liter untuk Desa Tomini, 19 ribu liter untuk Desa Gunung Sari, dan 1.000 liter untuk Desa Lambunu.
- Desa Tomini: 12.000 liter
- Desa Gunung Sari: 19.000 liter
- Desa Lambunu: 1.000 liter
Proses distribusi air dilakukan menggunakan dua mobil tangki yang disediakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah dan juga Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Parigi Moutong. Moh Rivai menambahkan bahwa pengiriman air dilakukan melalui posko siaga darurat yang beroperasi di Kecamatan Bolano dan Kecamatan Mepanga, memastikan bahwa air dapat sampai ke tangan warga yang memerlukan.
Data Kekeringan di Parigi Moutong
Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong hingga tanggal 22 September 2026, tercatat sekitar 4.691 hektare lahan yang mengalami kekeringan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga berpengaruh pada ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Selain lahan pertanian yang terdampak, kekeringan juga berimbas pada area hutan dan lahan yang mengalami kebakaran. Data menunjukkan bahwa seluas 234,96 hektare hutan dan lahan telah terpengaruh, yang mengakibatkan 1.687 kepala keluarga (KK) terpaksa menghadapi kesulitan dalam memperoleh sumber daya air yang layak.
- Lahan kering: 4.691 hektare
- Hutan dan lahan terbakar: 234,96 hektare
- Kepala keluarga terdampak: 1.687 KK
Kekeringan juga memberikan dampak signifikan terhadap lahan perkebunan masyarakat. Di Kecamatan Bolano, tercatat 28,65 hektare kebun warga terpengaruh, sementara di Kecamatan Mepanga, sekitar 12 hektare kebun mengalami hal serupa. Hal ini menambah tekanan bagi para petani yang sudah kesulitan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Upaya Pemantauan dan Penyaluran Air Bersih
BPBD Parigi Moutong terus melakukan upaya pemantauan secara intensif untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. “Kami tidak hanya berhenti pada penyaluran, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap wilayah yang membutuhkan bantuan lebih lanjut,” jelas Moh Rivai. Ini menunjukkan komitmen BPBD untuk terus berperan aktif dalam penanganan keadaan darurat yang dihadapi oleh masyarakat akibat kekeringan.
Dengan berbagai langkah yang diambil, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan akses ke sumber air yang aman dan bersih. BPBD Parimo bertekad untuk melanjutkan upaya ini hingga situasi kembali normal.
Peran Komunitas dalam Menghadapi Kekeringan
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah kekeringan tidak bisa diabaikan. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga sumber daya air dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh BPBD. Beberapa langkah yang bisa diambil oleh masyarakat antara lain:
- Menjaga kebersihan sumber air untuk mencegah kontaminasi.
- Menggunakan air secara efisien untuk kegiatan sehari-hari.
- Berpartisipasi dalam program penghijauan untuk mendukung pemulihan lingkungan.
- Mendukung kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh BPBD.
- Melaporkan kondisi kekeringan di daerah masing-masing kepada pihak berwenang.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat membantu dalam meringankan dampak kekeringan dan mempercepat proses pemulihan. BPBD Parimo, dengan dukungan masyarakat, dapat lebih efektif dalam menghadapi tantangan yang ada.
Kesimpulan
Upaya BPBD Parigi Moutong dalam mendistribusikan air bersih merupakan langkah penting dalam menangani permasalahan kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan situasi ini dapat diatasi dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif, kita semua dapat berkontribusi dalam menjaga sumber daya air dan lingkungan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Informasi Terkini Jadwal Buka Puasa Hari Ini di Wilayah Banten: Termasuk Serang, Cilegon, dan Tangerang
➡️ Baca Juga: Jeong Eun Ji Apink Resmi Luncurkan Tur Solo Asia “SUMMER, I” Bersama Daftar Kota Tujuan




