DKP Mataram Berkomitmen Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok GPM

Stabilitas harga bahan pokok adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh banyak daerah, termasuk Kota Mataram. Dalam upaya untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap bahan makanan dengan harga yang wajar, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram mengambil langkah proaktif melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok, sekaligus membantu masyarakat yang mungkin terjebak dalam kesulitan ekonomi. Dengan komitmen yang kuat, DKP Mataram berusaha menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk memastikan setiap warga dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Komitmen DKP dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, menjelaskan bahwa program GPM dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat mengakses pangan yang terjangkau dan berkualitas. “Kami berupaya keras untuk menjamin bahwa setiap warga bisa mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus merasa tertekan oleh harga yang tinggi,” ungkap Sudirman.
Untuk mencapai tujuan ini, DKP tidak hanya melakukan kegiatan rutin, tetapi juga meningkatkan frekuensi program GPM Mandiri yang ditujukan untuk menjangkau masyarakat secara langsung hingga ke tingkat kelurahan. Program ini menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan bahwa bantuan pangan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan.
GPM Mandiri: Solusi Berbasis Kolaborasi
GPM Mandiri merupakan inisiatif yang dirancang untuk mengadakan pasar murah yang tidak bergantung pada anggaran khusus dari APBD. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang relevan seperti Perum Bulog dan Dinas Perdagangan. “Dengan melibatkan berbagai pihak, kami bisa memastikan bahwa pasokan bahan pokok tetap terjaga,” katanya.
- Kolaborasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan.
- Melibatkan distributor untuk mempercepat proses distribusi.
- Sinergi dengan Dinas Perdagangan untuk mengatur harga yang kompetitif.
- Pengawasan dari DKP Provinsi untuk menjaga kualitas pangan.
- Partisipasi aktif dari masyarakat dalam menentukan kebutuhan.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, DKP mampu mengundang semua stakeholder untuk berkontribusi dalam satu lokasi yang padat penduduk, sehingga program GPM dapat berjalan dengan lebih efisien dan efektif.
Frekuensi dan Lokasi Kegiatan GPM
Program GPM diadakan secara berkala, dengan rata-rata pelaksanaan setiap dua minggu. Penentuan lokasi untuk kegiatan ini sangat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. “Kami selalu berkoordinasi dengan para lurah untuk menentukan titik pelaksanaan yang paling membutuhkan,” jelas Sudirman.
Hal ini memungkinkan DKP Mataram untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga setiap kegiatan GPM dapat tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan. Dengan pendekatan ini, diharapkan program GPM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan.
Penganggaran untuk Memperluas Jangkauan
Untuk memperluas jangkauan program GPM, DKP Mataram telah mengajukan alokasi dana tambahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026, dengan jumlah sekitar Rp70 juta. Dana ini direncanakan untuk mendukung tambahan minimal delapan kali kegiatan GPM hingga akhir tahun. “Kami berharap dengan adanya dukungan anggaran ini, program GPM dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam anggaran murni, DKP baru melaksanakan satu kali kegiatan. Namun, dengan adanya APBD perubahan, mereka bertekad untuk memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada demi kepentingan masyarakat.
Memotong Rantai Distribusi untuk Harga yang Terjangkau
Salah satu aspek penting dari program GPM adalah niat untuk memotong rantai distribusi. Dengan cara ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau. “Kami berusaha agar masyarakat dapat membeli bahan pangan langsung dari distributor dan petani, sehingga harga bisa lebih bersaing,” kata Sudirman.
Program ini sangat penting, terutama bagi masyarakat kecil yang sering kali kesulitan untuk menjangkau pasar ritel modern atau pasar induk. Dengan GPM, DKP Mataram berusaha untuk mendekatkan pelayanan pangan kepada masyarakat, sehingga mereka bisa mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pangan yang aman dan berkualitas.
Antusiasme Masyarakat terhadap GPM
Hasil evaluasi dari kegiatan GPM sebelumnya menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sudirman menyatakan bahwa GPM memberikan dampak positif dengan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih murah. “Kami sangat senang melihat respon positif dari masyarakat, karena ini menunjukkan bahwa program ini memang dibutuhkan,” ujarnya.
- Memberikan akses pangan yang lebih baik kepada masyarakat.
- Menawarkan harga yang lebih kompetitif dibanding pasar.
- Mendekatkan pelayanan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
- Memberikan dukungan kepada petani lokal.
- Mendorong kolaborasi antar daerah untuk peningkatan kesejahteraan.
Tidak semua masyarakat dapat datang langsung ke pasar besar, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas. Beberapa warga hanya bisa membeli kebutuhan harian melalui pedagang keliling, yang sering kali mematok harga yang lebih tinggi. Dengan adanya program GPM, DKP Mataram berupaya untuk mengatasi masalah ini dan memberikan solusi yang lebih baik.
Pelayanan Pangan yang Dekat dan Terjangkau
Melalui program GPM, DKP Mataram berkomitmen untuk mendekatkan pelayanan pangan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan yang aman, terjangkau, dan berkualitas. “Kami ingin memastikan bahwa harga yang ditawarkan di bawah harga pasar, sehingga semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan akses yang sama,” tegas Sudirman.
Program ini bukan hanya sekedar tentang harga, tetapi juga tentang kualitas dan akses. Dengan memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan, DKP Mataram berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Stabilitas harga bahan pokok adalah kunci untuk mencapai tujuan ini, dan DKP Mataram bertekad untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi yang tepat.
➡️ Baca Juga: Aturan Penggunaan AI di Sekolah Harus Jelas untuk Siswa SD-SMP Menurut P2G
➡️ Baca Juga: Transformasi Sampah Menjadi Nilai Ekonomi: Pemkot Kupang Tingkatkan Ekonomi Sirkular




