slot depo 10k slot depo 10k
Rona

Celluma Hadir di Indonesia: Inovasi Perawatan Kulit Berbasis Fotobiomodulasi Riset NASA

Jakarta – Inovasi dalam dunia perawatan kulit semakin menarik perhatian berkat teknologi fotobiomodulasi (PBM), yang telah berkembang dari penelitian biostimulasi cahaya yang dilakukan untuk kebutuhan NASA. Peluncuran perangkat Celluma di Indonesia pada tanggal 4 September 2026 menandai hadirnya solusi perawatan kulit yang inovatif dan efektif. Perangkat ini, yang dipasarkan oleh PT Redo Marketing Indonesia, menggunakan terapi cahaya berbasis LED untuk membantu meningkatkan kesehatan kulit.

Pemberian Dukungan Melalui Celluma Indonesia Advisory Board

Peluncuran Celluma di Indonesia tidak seperti peluncuran produk biasa. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembentukan Celluma Indonesia Advisory Board, sebuah forum yang terdiri dari tiga dokter spesialis dermatologi dan venereologi estetika. Tujuan dari forum ini adalah untuk menjembatani antara kemajuan teknologi fotobiomodulasi dengan kebutuhan klinis serta karakteristik kulit masyarakat Indonesia.

Memahami Mekanisme Biologis pada Tingkat Sel

Dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E., FINSDV, yang juga merupakan anggota Celluma Indonesia Advisory Board, menekankan pentingnya memahami mekanisme biologis di tingkat sel dalam pendekatan terhadap teknologi fotobiomodulasi. “Kami tidak hanya tertarik pada pertanyaan apa yang dilakukan perangkat ini di permukaan kulit. Lebih dari itu, kami ingin menyelami lebih dalam untuk memahami interaksi energi cahaya dengan cellular chromophores dan bagaimana interaksi tersebut memicu respons biologis,” ungkapnya.

Menurut Feilicia, pemahaman ini menjadi jembatan antara sains, teknologi, dan praktik klinis. Hal ini menunjukkan bahwa fotobiomodulasi bukanlah sekadar tren dalam industri kecantikan, melainkan sebuah teknologi yang didasarkan pada pemahaman mekanisme dan dukungan bukti ilmiah yang kuat.

Sinergi antara Sains dan Praktik Klinis

“Inilah saatnya sains, teknologi, dan praktik klinis berkolaborasi. Kita perlu menjadikan Photobiomodulation (PBM) sebagai terapi yang tidak hanya dipandang sebagai tren, tetapi juga didukung oleh bukti ilmiah dan diterapkan secara profesional dalam praktik klinis,” tegas Feilicia.

Pergeseran Paradigma dalam Perawatan Kulit

Kepala Departemen Dermatologi RSPNN dan anggota Celluma Indonesia Advisory Board, dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, juga turut menjelaskan bahwa pemahaman tentang kulit yang sehat kini mengalami pergeseran. Dari yang sebelumnya hanya berfokus pada kondisi permukaan kulit, kini perhatian diarahkan pada proses biologis yang terjadi di tingkat sel.

“Selama bertahun-tahun, perawatan kulit hanya berkutat pada apa yang terlihat di permukaan. Namun, ilmu pengetahuan kini membawa kita lebih jauh, hingga ke tingkat sel, di mana proses penuaan dan peremajaan kulit sebenarnya dimulai,” jelasnya.

Tren Longevity dan Kesehatan Kulit

Ruri juga mencatat adanya tren longevity yang berkembang secara global, yang memfokuskan pada cara mempertahankan kesehatan dan fungsi kulit dalam jangka panjang, bukan hanya untuk menutupi tanda-tanda penuaan. Ia menekankan bahwa istilah ‘glow’ pada kulit harus dipahami secara lebih luas, meliputi kesehatan sel kulit itu sendiri.

  • Pentingnya bukti ilmiah dalam pendekatan perawatan kulit
  • Perawatan kulit dimulai dari unit terkecilnya
  • Kolaborasi antara sains dan praktik klinis
  • Pemahaman mendalam tentang proses biologis kulit
  • Fokus pada kesehatan jangka panjang kulit

“Pesan saya melalui forum ini adalah bahwa kulit yang sehat selalu dimulai dari dalam, dari unit terkecilnya. Kita memerlukan pendekatan yang berbasis pada ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ruri berharap bahwa keberadaan forum ini dapat mendorong penerapan teknologi perawatan kulit yang lebih rasional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Rekam Jejak Klinis yang Kuat

National Sales Manager PT Redo Marketing Indonesia, Vanda Wulandari, mengungkapkan bahwa Celluma hadir di Indonesia dengan membawa pengalaman penggunaan teknologi fotobiomodulasi yang sudah teruji selama bertahun-tahun. Menurut Vanda, teknologi ini memiliki sekitar 15 tahun data klinis dan telah mendapatkan izin dari FDA serta Medical CE Mark, yang menunjukkan bahwa perangkat ini telah diakui secara internasional.

Celluma telah dipasarkan di hampir 100 negara dan lebih dari 35.000 unit telah digunakan di seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi teknologi ini dalam membantu perawatan kulit secara efektif dan aman.

Manfaat Teknologi Fotobiomodulasi

Teknologi fotobiomodulasi yang diusung oleh Celluma memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit, antara lain:

  • Stimulasi proses penyembuhan alami kulit
  • Pengurangan peradangan dan kemerahan pada kulit
  • Peningkatan produksi kolagen untuk peremajaan kulit
  • Mempercepat proses regenerasi sel kulit
  • Menurunkan tingkat stres oksidatif dalam sel kulit

Dengan berbagai manfaat tersebut, Celluma diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan perawatan kulit yang tidak hanya efektif tetapi juga didasarkan pada teknologi yang telah terbukti secara ilmiah.

Kesimpulan

Dengan peluncuran Celluma di Indonesia, masyarakat kini memiliki akses ke teknologi perawatan kulit yang inovatif dan telah teruji secara klinis. Kerjasama antara ahli dermatologi dan perusahaan teknologi ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kesehatan kulit masyarakat dengan pendekatan yang lebih berbasis sains. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme biologis pada tingkat sel, diharapkan teknologi ini dapat memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Keterampilan Kreatif yang Meningkatkan Nilai Ekonomi di Era Digital

➡️ Baca Juga: Italia Gagal ke Piala Dunia, Kanada Lakukan Aksi Simbolis untuk Menarik Perhatian Fans

Related Articles

Back to top button