slot depo 10k slot depo 10k
Teknologi

Penjualan HP Xiaomi Menurun, Namun Harga Jual Rata-rata Justru Meningkat, Apa Penyebabnya?

Jakarta – Penjualan smartphone Xiaomi mengalami penurunan signifikan secara global pada kuartal kedua tahun 2026. Ironisnya, di tengah penurunan jumlah unit yang terjual, harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) justru mengalami kenaikan. Fenomena ini menarik perhatian, terutama karena menunjukkan bahwa meskipun Xiaomi menjual lebih sedikit ponsel, produk yang terjual memiliki nilai yang lebih tinggi. Dalam laporan keuangan yang dirilis pada 18 Agustus 2026, Xiaomi melaporkan pendapatan mencapai CNY108,9 miliar, setara dengan sekitar USD16,2 miliar. Perusahaan ini juga mencatatkan margin laba kotor sebesar 19,8% dan laba bersih disesuaikan sebesar CNY6,2 miliar atau sekitar USD919 juta.

Penurunan Pengiriman Smartphone Xiaomi

Selama kuartal II 2026, Xiaomi mengirimkan total 31,2 juta unit smartphone, mengakibatkan pangsa pasar global mereka menyusut menjadi 11,5%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 26,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, Xiaomi tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, sebuah prestasi yang telah mereka pertahankan selama 24 kuartal berturut-turut.

Di pasar domestik China, pengiriman smartphone juga menunjukkan tren yang serupa. Pada kuartal ini, Xiaomi mengirimkan 8,4 juta unit, mencapai pangsa pasar 14,2%. Jika dibandingkan dengan kuartal II 2025, di mana mereka mengirimkan 11,5 juta unit dengan pangsa pasar 16,8%, jelas terlihat bahwa tantangan di pasar China semakin berat bagi perusahaan ini.

Kenaikan Harga Jual Rata-rata

Menariknya, meskipun pengiriman menurun, harga jual rata-rata smartphone Xiaomi meningkat. ASP pada kuartal ini mencapai rekor CNY1.351, atau sekitar USD200. Kenaikan ini menandakan bahwa strategi Xiaomi kini berfokus pada produk dengan nilai jual yang lebih tinggi, bukan sekadar volume penjualan. Di China, segmen smartphone premium menyumbang 32,1% dari total penjualan, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke arah model-model yang lebih mahal.

Pendapatan dari Bisnis Smartphone

Total pendapatan dari bisnis smartphone dan AIoT mencapai CNY84 miliar dengan margin laba kotor sebesar 20%. Dari jumlah ini, smartphone menyumbang CNY42,1 miliar, sementara produk IoT dan lifestyle menghasilkan CNY31,3 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Xiaomi mulai menjajaki sumber pendapatan lain, bisnis smartphone tetap menjadi salah satu pilar utama dalam struktur pendapatan mereka.

Inovasi dan Investasi di R&D

Di tengah penurunan pengiriman smartphone, Xiaomi tetap agresif dalam berinvestasi pada riset dan pengembangan. Tahun ini, perusahaan telah mengalokasikan CNY18,2 miliar untuk R&D, dengan perkiraan total belanja R&D pada tahun 2026 mencapai CNY40 miliar. Sekitar 47,2% dari total karyawan Xiaomi terlibat dalam bidang R&D, menandakan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi.

Salah satu fokus utama investasi ini adalah pengembangan teknologi AI, termasuk model MiMo-V2.5 yang mampu memproses 10,5 triliun token dalam seminggu. Ini menempatkan Xiaomi di posisi teratas secara global dalam penggunaan token selama periode tersebut. Teknologi AI juga akan menjadi komponen penting dalam HyperOS 4, yang akan meningkatkan manajemen memori serta performa pemutaran video.

Tren di Segmen Lain

Selain smartphone, pengiriman tablet juga mengalami penurunan. Xiaomi mengirimkan 2,8 juta tablet pada kuartal II 2026, mencatat penurunan sebesar 6,8% dibandingkan tahun lalu. Di kategori tablet, mereka berada di posisi keempat baik secara global maupun di China. Namun, di segmen wearable dan TWS, Xiaomi tetap menunjukkan performa yang kuat, berada di peringkat kedua secara global dan di China untuk kedua kategori tersebut.

Strategi Masa Depan Xiaomi

Laporan kuartal II 2026 ini menunjukkan dua sisi dari bisnis Xiaomi: volume penjualan smartphone yang menurun namun harga jual rata-rata yang meningkat. Perusahaan ini tampaknya berfokus pada transisi ke perangkat premium dan pengembangan di bidang AI, IoT, wearable, serta kendaraan listrik. Pendekatan baru ini menunjukkan bahwa Xiaomi berusaha untuk tidak hanya mengandalkan volume penjualan, tetapi juga meningkatkan nilai produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Tantangan yang dihadapi Xiaomi adalah memastikan bahwa peningkatan ASP tidak diikuti oleh penurunan jumlah pengguna yang membeli perangkat mereka. Adaptasi terhadap pasar yang terus berubah menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi mereka di industri smartphone. Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang diambil oleh Xiaomi dalam menghadapi tantangan ini akan menjadi sorotan utama di tahun-tahun mendatang.

➡️ Baca Juga: Bandara AS Terhambat Setelah 40 Hari Shutdown, Trump Kerahkan Personel ICE untuk Membantu

➡️ Baca Juga: IWL Sebagai Fondasi Utama dalam Pengembangan Sepak Bola Wanita di Indonesia

Related Articles

Back to top button