Pemprov Lampung Jamin Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Sesuai Jadwal yang Ditentukan

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk memastikan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 tetap berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, meskipun terdapat tantangan yang dihadapi akibat situasi geopolitik global. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kenaikan biaya angkutan udara, yang disebabkan oleh lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur).
Rapat Pembahasan Kenaikan Biaya Angkutan Udara
Pada tanggal 13 April 2026, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memimpin rapat yang membahas masalah kenaikan biaya angkutan udara untuk keberangkatan haji tahun 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung serta maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Kesepakatan Keberangkatan Jemaah Haji
Dalam pertemuan tersebut, Sekdaprov Marindo mengungkapkan bahwa semua pihak sepakat untuk melaksanakan keberangkatan jemaah haji pada tanggal 26 April 2026. “Insyaallah kita pastikan bersama, dengan berbagai pihak, keberangkatan haji tanggal 26 April siap dilaksanakan. Pemerintah menjadikan kenyamanan dan kelancaran jemaah sebagai prioritas utama,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Jaminan Proses Keberangkatan Jemaah
Marindo menekankan bahwa pemerintah akan bertindak untuk memastikan setiap proses dalam pelaksanaan ibadah haji berjalan sesuai dengan skema yang telah ditetapkan, tanpa mengesampingkan hak-hak jemaah yang telah menunggu keberangkatan mereka, bahkan hingga puluhan tahun. Keberangkatan jemaah haji adalah sebuah komitmen yang tidak bisa diabaikan.
Penyebab Kenaikan Biaya Angkutan Udara
Kenaikan biaya angkutan udara diakibatkan oleh lonjakan harga avtur yang cukup signifikan sejak awal April 2026. Menurut data dari PT. Pertamina (Persero), harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta mengalami peningkatan hingga 72,45 persen, sedangkan untuk penerbangan internasional naik hingga 80,32 persen. Situasi ini dipicu oleh faktor-faktor geopolitik global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, dan dikategorikan sebagai keadaan kahar (force majeure).
Permohonan Penyesuaian dari Garuda Indonesia
Menanggapi situasi ini, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang merupakan pemenang tender pengangkutan udara untuk jemaah haji dari Lampung, telah mengajukan permohonan penyesuaian harga dari nilai kontrak awal yang sebesar Rp. 28,79 miliar. Proposal ini sedang dalam tahap kajian oleh pihak pemerintah, dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.
Proses Kajian Permintaan Penyesuaian
Marindo menjelaskan bahwa setiap kenaikan biaya harus melalui perhitungan yang cermat dan pengecekan agar sesuai dengan regulasi yang ada. “Kita pastikan sesuai regulasi, ada ambang batasnya, dan tetap akuntabel. Tapi di sisi lain, pelayanan kepada jemaah tidak boleh terganggu,” tambahnya menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan.
Jumlah Jemaah Haji dari Provinsi Lampung
Pada tahun 2026, jumlah jemaah haji yang terdaftar dari Provinsi Lampung diperkirakan mencapai sekitar 5.962 orang. Mereka akan diberangkatkan melalui 13 kloter penuh serta 1 kloter gabungan. Dengan kapasitas pesawat yang dapat menampung 162 orang, total penerbangan yang direncanakan mencapai sekitar 80 kali, mencakup keberangkatan dan pemulangan dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Potensi Selisih Biaya dan Mekanisme Pembiayaan
Mengenai potensi selisih biaya akibat penyesuaian tarif, Marindo menyatakan bahwa mekanisme pembiayaan akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah kabupaten/kota, mengingat tanggung jawab jemaah haji ada pada daerah masing-masing. “Yang pasti kita pastikan regulasi ditegakkan, tapi pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas. Mereka sudah menunggu lama, jadi harus kita pastikan berangkat dengan nyaman,” tegasnya.
Pentingnya Kenyamanan Jemaah Haji
Dengan berbagai langkah yang diambil, Marindo menegaskan bahwa Pemprov Lampung berkomitmen untuk memastikan bahwa dinamika kenaikan biaya tidak akan menghalangi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Semua jemaah akan tetap diberangkatkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diharapkan.
Dalam menghadapi tantangan ini, Pemprov Lampung akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan semua kebutuhan jemaah terpenuhi. Keberangkatan jemaah haji 2026 merupakan momen yang sangat penting, dan pemerintah bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh jemaah.
➡️ Baca Juga: Ginseng dan Taekwondo Korea Belum Mendapat Status Warisan Budaya Takbenda UNESCO
➡️ Baca Juga: Cek Penerima PIP April 2026: Panduan Praktis untuk Orang Tua yang Efisien



