slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia pada Usia 54 Tahun

Jakarta – Dalam sebuah berita duka yang mengejutkan dunia jurnalistik Indonesia, Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Zulmansyah Sekedang, telah meninggal dunia pada usia 54 tahun. Kepergiannya terjadi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta, pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB. Berita ini tidak hanya mengguncang keluarga dan kolega dekatnya, tetapi juga menciptakan kesedihan mendalam di kalangan komunitas pers nasional.

Kepergian yang Mengejutkan

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan sosok yang sangat berharga bagi organisasi. Zulmansyah meninggal dunia akibat serangan jantung, sebuah kondisi yang tiba-tiba menyerangnya.

“Kami telah kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu menunjukkan komitmen dan totalitas dalam bekerja untuk organisasi. Semangat serta dedikasi yang dimilikinya akan selalu kami ingat,” ungkap Munir dengan penuh emosi.

Permohonan Doa untuk Almarhum

Dalam situasi yang sulit ini, Munir mengajak seluruh anggota PWI, insan pers, dan masyarakat untuk mendoakan Zulmansyah. Keluarga besar PWI berharap agar doa dapat membantu meringankan beban yang ditinggalkan oleh almarhum dan memberikan kekuatan kepada keluarganya.

Kegiatan Terakhir Zulmansyah

Menurut informasi yang disampaikan oleh Wakil Bendahara Umum PWI, Sumber Rajasa Ginting, Zulmansyah sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kampus LSPR, Jakarta, pada malam Jumat, 17 April. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme.

Setelah acara tersebut, Zulmansyah melanjutkan malamnya dengan makan malam bersama beberapa pengurus PWI lainnya di Jalan Jaksa, Jakarta. Namun, suasana yang awalnya ceria tiba-tiba berubah ketika ia mengalami gejala yang sangat mengkhawatirkan.

Gejala Kesehatan yang Muncul Mendadak

Jelang pukul 21.00 WIB, Zulmansyah mendadak mengalami anfal yang disertai keluhan sesak dada yang hebat, serta kelemahan yang parah. Dalam keadaan yang mengkhawatirkan ini, ia juga mengalami muntah-muntah yang membuat koleganya semakin panik.

Segera setelah itu, ia dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, diagnosis dokter menyebutkan bahwa almarhum telah mengalami serangan jantung, yang diperparah oleh riwayat penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.

Usaha Medis yang Tak Berhasil

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lebih lanjut. Namun, dalam upaya medis yang dilakukan, Zulmansyah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB, meninggalkan duka yang mendalam bagi semua yang mengenalnya.

Dampak Kehilangan bagi PWI

Akhmad Munir menegaskan bahwa kepergian Zulmansyah adalah kehilangan besar bagi PWI dan seluruh komunitas pers di Indonesia. Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan ceria, serta memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi tempat ia bernaung.

Jejak Pengabdian yang Panjang

Rekam jejak Zulmansyah di PWI terbilang sangat panjang dan signifikan. Ia telah menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode, yaitu dari tahun 2017 hingga 2022 dan dilanjutkan untuk periode 2022 hingga 2027. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi dalam Kongres ke-24 PWI yang berlangsung di Bandung pada tahun 2023.

Peran dalam Transisi Organisasi

Zulmansyah juga berfungsi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI selama masa transisi organisasi. Ia merupakan salah satu figur kunci dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PWI, yang menunjukkan bahwa kehadirannya sangat diperlukan dalam momen-momen penting bagi organisasi.

Figur Pemersatu dalam Persatuan

Selama perjalanan organisasi, Zulmansyah dikenal sebagai sosok pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI. Melalui Kongres Persatuan, ia berhasil menyatukan berbagai elemen dan memperkuat posisi PWI sebagai wadah bagi semua wartawan di Indonesia.

Legacy yang Ditorehkan

Warisan yang ditinggalkan oleh Zulmansyah tidak hanya berupa jabatan dan posisi, tetapi juga semangat, nilai-nilai, dan dedikasi yang selalu ia tunjukkan dalam setiap langkahnya. Ia bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang teman dan sahabat yang selalu siap mendengarkan serta memberikan dukungan kepada rekan-rekannya.

  • Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode.
  • Ketua Bidang Organisasi PWI pada Kongres ke-24.
  • Pemegang peran penting dalam transisi organisasi PWI.
  • Figur yang mengakhiri dualisme kepengurusan PWI.
  • Pribadi yang dikenal ramah dan penuh dedikasi.

Dengan kepergiannya, banyak yang berharap agar semangat dan dedikasi Zulmansyah dapat terus menginspirasi generasi wartawan berikutnya. Kehilangan ini bukan hanya bagi keluarga dan sahabatnya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang mengenal kontribusi dan pengabdian almarhum di dunia jurnalistik.

➡️ Baca Juga: Pemudik Motor Menghadapi Macet dan Panas H-2 Lebaran untuk Menjaga Rindu Tetap Hidup

➡️ Baca Juga: Jerome Polin Ungkap Kerugian Rp38 Miliar dan Penyebab Hancurnya Menantea

Related Articles

Back to top button