57% Perempuan Indonesia Utamakan Keluarga, Abaikan Perawatan Medis Diri Sendiri

Di tengah momentum perayaan Hari Kartini, sebuah survei terbaru mengungkapkan kenyataan yang mencolok mengenai peran perempuan di Indonesia. Dengan populasi mencapai 142 juta perempuan, survei ini menunjukkan bahwa meskipun kontribusi mereka dalam mengelola keuangan rumah tangga semakin menonjol, banyak dari mereka yang mengorbankan kesehatan dan keamanan finansial demi memenuhi kebutuhan keluarga. Fenomena ini mengundang perhatian serius dan perlu disikapi dengan bijaksana.

Perempuan dan Prioritas Keluarga

Survei yang dilakukan oleh Sun Life mengungkapkan bahwa 57% perempuan Indonesia pernah mengesampingkan perawatan medis demi mendukung anak, orang tua, atau anggota keluarga yang lebih tua. Ini bukan hanya sekadar pengorbanan emosional, tetapi juga merupakan pengorbanan finansial yang beragam bentuknya. Beberapa langkah yang diambil termasuk:

Keputusan-keputusan ini menunjukkan betapa besarnya tekanan yang dialami oleh perempuan dalam menjalankan peran mereka sebagai pengurus keluarga.

Hambatan Menuju Keamanan Finansial

Sebagai tambahan, survei ini juga menunjukkan bahwa 51% responden mengidentifikasi biaya kesehatan yang tinggi sebagai salah satu hambatan utama dalam mencapai keamanan finansial. Hal ini mencerminkan bahwa bagi banyak perempuan, kewajiban untuk menjaga kesejahteraan keluarga sering kali mengharuskan mereka untuk menunda kebutuhan pribadi, termasuk kesehatan mereka sendiri.

Pengorbanan yang Tidak Terlihat

Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, menekankan pentingnya menghargai pengorbanan yang dilakukan oleh perempuan-perempuan tangguh ini. “Dalam menjaga keluarga, perempuan sering kali mengorbankan kesehatan, rasa aman, dan rencana finansial mereka sendiri. Peran ini patut dihargai dan dihormati,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa dukungan yang tepat dan solusi yang relevan sangat diperlukan agar perempuan dapat memenuhi tanggung jawab keluarga tanpa mengabaikan masa depan mereka.

Realitas Sandwich Generation

Survei juga menyoroti fenomena yang dikenal sebagai sandwich generation, di mana 96% perempuan merasa perlu untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia, baik saat ini maupun di masa depan. Namun, hanya 26% dari mereka yang telah menyisihkan setidaknya 10% dari pendapatan untuk kebutuhan tersebut. Akibatnya, banyak perempuan menghadapi “triple penalty” dari tanggung jawab pengasuhan, di mana:

Ini menciptakan siklus yang sulit, di mana tanggung jawab keluarga menghalangi kemampuan mereka untuk membangun kesejahteraan pribadi.

Peran dalam Keuangan Keluarga

Di tengah tantangan tersebut, perempuan Indonesia tetap memainkan peran sentral dalam keputusan keuangan rumah tangga. Sebanyak 62% mengatakan mereka adalah pengambil keputusan terakhir dalam hal keuangan keluarga, dan angka ini meningkat menjadi 92% di kalangan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Namun, meskipun tanggung jawab ini besar, hanya 13% dari mereka yang aktif berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional. Ini menunjukkan bahwa banyak perempuan berjuang untuk mendapatkan pengetahuan dan dukungan yang mereka butuhkan.

Kekhawatiran terhadap Keamanan Finansial Jangka Panjang

Kekhawatiran mengenai keamanan finansial jangka panjang masih menjadi perhatian utama bagi perempuan Indonesia. Meskipun 63% dari mereka merasa kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan dengan ibu mereka pada usia yang sama, hanya 19% yang merasa sangat siap menghadapi peristiwa finansial yang tak terduga. Ini menunjukkan bahwa walaupun peran perempuan dalam mengelola keuangan keluarga semakin meningkat, ketidakpastian terhadap guncangan finansial tetap menjadi tantangan utama.

Pentingnya Perencanaan Keuangan yang Relevan

Albertus Wiroyo kembali menekankan bahwa peran perempuan saat ini bukan hanya sebatas menjaga keseimbangan keluarga, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam setiap keputusan finansial. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mendapatkan akses kepada perencanaan keuangan yang lebih relevan, praktis, dan mudah dijangkau. Hal ini akan membantu mereka mendapatkan informasi yang komprehensif untuk mendukung keputusan keuangan sehari-hari, sehingga perencanaan jangka panjang dapat menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

Riset Sun Life: Memahami Tantangan Perempuan

Temuan dari survei ini merupakan bagian dari penelitian yang lebih luas oleh Sun Life yang melibatkan 3.001 responden di enam pasar Asia pada Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk memahami aspirasi, perilaku, serta tantangan finansial yang dihadapi oleh perempuan dalam mencapai keamanan finansial jangka panjang. Hasil dari riset ini memberikan gambaran jelas mengenai situasi yang dihadapi dan perlunya dukungan yang lebih besar bagi perempuan di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Cek 28 Gerbang Tol yang Terkena Ganjil Genap Sebelum Pulang Kerja Anda

➡️ Baca Juga: Trump Persilakan Iran Main di Piala Dunia 2026 Meski Perang Timur Tengah Memanas

Exit mobile version