22 Korban Selamat KM Virgo Terjebak di Laut, Basarnas Rincikan Kondisi Terkini Mereka

Dalam peristiwa tragis yang melibatkan KM Virgo Transport 8, sebanyak 22 korban selamat masih terjebak di tengah laut. Upaya evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat gelombang laut yang tinggi. Kondisi ini mengharuskan pemindahan para korban dilakukan secara berulang, sehingga menambah kompleksitas proses penyelamatan tersebut.
Proses Evakuasi yang Terhambat
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa ke-22 korban selamat saat ini berada di kapal kayu yang bernama Cahaya Bahari. Namun, gelombang yang melebihi normal membuat kapal tersebut tidak dapat mendekat untuk melakukan transfer korban. Hal ini mengakibatkan penundaan dalam proses evakuasi menuju Banjarmasin.
“Karena kondisi ombak yang lebih tinggi dari biasanya, saat kami mencoba melakukan transfer antara dua kapal, terjadi benturan yang memaksa kami untuk melakukan perawatan,” jelas Syafii saat menggelar konferensi pers mengenai perkembangan operasi SAR pada hari kedua pasca kecelakaan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada malam hari Senin.
Pemindahan Menggunakan Kapal Kecil
Dalam situasi yang sulit ini, pemindahan korban harus dilakukan dengan kapal kecil menuju KRI Nala. Akibatnya, proses evakuasi menjadi lebih lambat. Setelah itu, KRI Nala juga menghadapi kendala untuk bersandar di Pelabuhan Trisakti karena ukuran kapal yang cukup besar, sehingga memperlambat proses pemindahan.
Pada tengah malam Senin (14/9), para korban kemudian dipindahkan dari KRI Nala ke Kapal Kumai, yang merupakan milik TNI Angkatan Laut, untuk melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin. Diperkirakan, mereka akan tiba di Banjarmasin pada Selasa (15/9) subuh.
Kondisi Terkini Korban Selamat
Hingga pukul 22.00 Wita pada Senin (14/9), Kepala Basarnas Mohammad Syafii melaporkan bahwa sebanyak 114 korban telah berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, terdapat 108 orang yang dinyatakan selamat dan enam orang yang meninggal dunia. Masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang yang berada di kapal tersebut.
Dari 114 korban yang telah dievakuasi, sebanyak 86 sudah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Di antara mereka, terdapat 85 korban yang selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia, yang telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Evakuasi Korban Meninggal
Korban meninggal kedua berhasil dievakuasi di Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, dan telah diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Selain itu, satu korban selamat juga berhasil tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari lokasi kecelakaan.
- Jumlah total penumpang KM Virgo Transport 8: 243 orang
- Korban yang telah ditemukan: 114 orang
- Korban selamat: 108 orang
- Korban meninggal: 6 orang
- Jumlah yang belum ditemukan: 129 orang
Timeline Kejadian
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak malam hari Sabtu (12/9). Kecelakaan ini menjadi sorotan yang mendalam bagi masyarakat, mengingat banyaknya jiwa yang terlibat.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan Basarnas dan instansi terkait, harapan untuk menemukan korban-korban yang masih hilang tetap ada. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.
Rencana Tindak Lanjut
Basarnas dan pihak berwenang terus berkoordinasi untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulangan korban selamat. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan misi ini dengan sebaik-baiknya, meskipun tantangan yang dihadapi tidaklah mudah.
Dalam situasi darurat seperti ini, semua pihak diharapkan dapat memberikan dukungan dan doa untuk para korban dan keluarga mereka. Upaya penyelamatan tidak hanya membutuhkan keahlian, tetapi juga kerja sama yang solid antar berbagai instansi.
Melalui berita yang dikeluarkan, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang dihadapi oleh Basarnas dan instansi terkait, serta pentingnya keselamatan di laut. Kecelakaan seperti ini menjadi pengingat akan risiko yang ada saat berlayar, dan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan transportasi laut.
➡️ Baca Juga: Kemdiktisaintek dan Menteri LH Kolaborasi Ciptakan Solusi Teknologi Penanganan Sampah Efektif
➡️ Baca Juga: Inggris Tanpa Pemain Kunci Saat Menghadapi Jepang di Pertandingan Terbaru




