ISTIGHOSAH DAN MARS LAZISNU WARNAI RAKER LAZISNU MWC REJOSO

Ada yang berbeda pada raker bulan Maret Lazisnu MWC Rejoso. Istighosah dan mars Lazisnu menggema di Kantor MWC NU Rejoso mengawali kegiatan tersebut. Seperti yang telah diungkapkan oleh Ketua Lazisnu MWC Rejoso, Yayuk Winarti, M.Pd. dalam sambutannya (10/03/2019) menjelaskan bahwa mulai bulan Maret kegiatan raker akan diawali dengan istighosah. Hal ini dimaksudkan untuk menambah nilai ibadah dan agar kegiatan raker Lazisnu semakin berarti. Tidak hanya itu, bahkan lagu Mars Lazisnu juga dikumandangkan di setiap raker, biar membumi seiring perkembangan Lazisnu itu sendiri.

 

Ada keunikan tersendiri bagi Lazisnu MWC Rejoso dibanding Lazisnu MWC lain yang ada di Kabupaten Nganjuk. Seragam putih dan kerudung hijau berlogo Lazisnu dan bertuliskan "NU-Care Lazisnu Kecamatan Rejoso" selalu mewarnai ruangan Kantor MWC NU Rejoso setiap raker. Pemandangan ini tidak lazim layaknya Lazisnu MWC lain, karena pengurus Lazisnu, baik di tingkat ranting maupun MWC didominasi oleh kaum putri. Srikandi-srikandi pejuang koin inilah yang menjadikan Lazisnu MWC Rejoso tampak berbeda. Semangat yang telah ditunjukkan oleh para srikandi ini, menjadikan Lazisnu MWC Rejoso selangkah lebih maju, tidak hanya tertib dalam bidang administrasi, tetapi juga giat pentasyarufan koin kian marak.

 

Perkembangan Lazisnu MWC Rejoso tidak semulus yang dibayangkan. Lembaga NU yang membidangi zakat, infak, dan sedekah ini mulai menjalankan tugasnya pada September 2017. Diawali 5 ranting yang menjadi pionir waktu itu (Mlorah, Mungkung, Klagen, Sambikerep, Sidokare) yang mulai menjalankan misi kelembagaan dengan semangat yang luar biasa. Lima ranting tersebut menjadi pilot project bagi ranting-ranting lain yang ada di Kecamatan Rejoso yang berjumlah 24 ranting. "Banyak usaha yang kami lakukan, mulai sosialisasi ke ranting-ranting sampai memahamkan tentang koinisasi kepada warga nahdliyin beserta para tokoh NU. Banyak juga kendala yang kami hadapi, tidak hanya jumlah ranting yang banyak dengan lokasi yang berpencar dan akses jalan yang sulit, tetapi juga menghadapi para tokoh NU sendiri yang punya mindset kurang sejalan dengan misi ke-NU-an. Ini bukan pekerjaan mudah, kami bahkan melibatkan banyak pengurus NU yang berada di jajaran MWC," jelas Ketua Lazisnu MWC Rejoso lebih lanjut.

 

Kini perkembangan Lazisnu MWC Rejoso yang sudah berjalan sekitar 1,5 tahun mengalami progress yang cukup signifikan. Banyak warga yang merasakan manfaat langsung dari kegiatan pentasyarufan koin tersebut. Ada 18 ranting yang sudah menjalankan koinisasi, tinggal 6 ranting lagi yang perlu sentuhan agak mendalam. read/ilzam

Share on